Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN NP TB Ari Wibawa Mukti (ketiga dari kiri) bersama Sutarno (keempat dari kiri) memegang plakat yang menjadi penanda selesainya renovasi rumah purna karya PLN NP tersebut.
Surabaya, HeadlineJatim.com— Industri energi selalu bicara tentang kapasitas, efisiensi, dan transisi. Tapi ada satu hal yang jarang masuk laporan tahunan, bagaimana sebuah perusahaan memperlakukan orang-orang yang pernah menjadi fondasinya.
Di balik mesin pembangkit dan ruang kontrol, ada generasi yang bekerja dalam diam. Salah satunya Bapak Sutarno, purna bakti yang puluhan tahun menjadi bagian dari denyut kerja pembangkitan. Ia pernah memastikan listrik tetap menyala untuk jutaan rumah. Namun di masa pensiun, rumah yang ia tinggali justru berada dalam kondisi memprihatinkan. Atap bocor, plafon rusak, dinding rapuh, dapur dan kamar mandi jauh dari layak.
Di titik inilah PLN Nusantara Power menunjukkan bahwa keberlanjutan tak hanya soal energi, tapi juga tentang manusia.
Melalui Program Bedah Rumah Sehat, perusahaan bersama Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara dan LAZIS PLN Nusantara Power melakukan renovasi total rumah Sutarno. Pekerjaan dimulai 15 Desember 2025 dan rampung 11 Februari 2026.
Yang berubah bukan hanya bangunan fisik. Yang kembali adalah rasa aman.
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN NP, TB Ari Wibawa Mukti, menegaskan bahwa ini bukan program seremonial.
“Kami percaya capaian perusahaan hari ini tidak terlepas dari kerja keras para pendahulu. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan mereka tetap merasakan perhatian dan penghargaan,” ujarnya.

Sejak 2021, sebanyak 39 rumah pensiunan telah direnovasi. Tahun 2026, sedikitnya 10 rumah kembali ditargetkan untuk diperbaiki.
Angkanya mungkin tidak fantastis dalam skala korporasi energi nasional. Tapi bagi satu keluarga, perubahan itu berarti hidup yang lebih layak, lebih sehat, dan lebih bermartabat.
Di tengah narasi besar transisi energi dan target produksi, langkah sederhana memperbaiki atap bocor justru menjadi pesan paling kuat, perusahaan yang besar bukan hanya yang mampu menghasilkan listrik, tetapi yang tahu cara merawat orang-orang yang pernah menjaganya.






