SURABAYA, headlinejatim.com – Upaya pemberdayaan perempuan terus diperkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan organisasi kemasyarakatan. Kali ini, fokus diarahkan pada penguatan kapasitas Organisasi Perempuan melalui kegiatan pemberdayaan PW ‘Aisyiyah Jawa Timur yang diikuti sebanyak 150 peserta.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran aktif organisasi perempuan dalam menyikapi kondisi perekonomian yang terus berkembang, khususnya dalam lingkup ekonomi keluarga. Selain itu, organisasi perempuan diharapkan mampu menjadi pelopor dalam penguatan ekonomi keluarga serta menciptakan ketahanan ekonomi yang berdampak positif bagi kesejahteraan sosial dan masa depan generasi penerus.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan dan pengawasan organisasi kemasyarakatan yang mencakup penguatan kelembagaan, pelatihan anggota, hingga kolaborasi program antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan PW ‘Aisyiyah Jawa Timur. Kegiatan ini sekaligus merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama dan nota kesepahaman (MoU) antara Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur dengan PW ‘Aisyiyah Jawa Timur.
Kepala Bidang Ketahanan Ekososbud Agama dan Ormas Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa peran ‘Aisyiyah sangat strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat ketahanan sosial dan ideologi bangsa.
“Dalam konteks pembangunan daerah, ‘Aisyiyah memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial dan ideologi bangsa. Ketahanan ideologi ini bukan hanya tentang menjaga keutuhan NKRI, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan ekonomi keluarga berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan menjadi salah satu kunci dalam membangun masyarakat yang mandiri dan tangguh.
“Dengan semangat kemandirian dan kolaborasi, kami percaya bahwa gerakan ekonomi keluarga yang berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan akan memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menjadi pilar penting bagi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara,” tambahnya.
Melalui sinergi yang terjalin antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, diharapkan berbagai persoalan sosial di masyarakat dapat diatasi, termasuk pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi kreatif.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa peran perempuan tidak hanya penting dalam lingkup keluarga, tetapi juga strategis dalam pembangunan daerah. Dengan penguatan kapasitas dan sinergi yang berkelanjutan, organisasi perempuan seperti PW ‘Aisyiyah Jawa Timur diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus pilar ketahanan sosial menuju Jawa Timur yang lebih sejahtera dan berdaya saing./tsy






