Nasi gunung Bandeng ketika diarak keliling dan diperkenalkan.(Foto:istimewa)
Sidoarjo, HeadlineJatim.com – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, favehotel Sidoarjo menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang unik melalui program bertajuk “Magical Ramadan Tempo Doeloe”. Mengusung nuansa tradisional Jawa yang kental, hotel ini menawarkan nostalgia budaya lewat sajian kuliner ikonik.
Peluncuran program ini ditandai dengan prosesi arak-arakan Nasi Gunung Bandeng yang menyerupai tradisi sedekah bumi. Empat petugas berpakaian adat Jawa memikul gunungan nasi tersebut sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
General Manager favehotel Sidoarjo, Eka Dewi, menjelaskan bahwa pemilihan tema “Tempo Doeloe” bertujuan untuk menghadirkan kehangatan masa lalu ke tengah masyarakat modern.
“Kami ingin pengalaman berbuka puasa tidak sekadar soal makanan, tetapi juga tentang cerita dan budaya. Nasi Gunung Bandeng kami pilih sebagai ikon karena sarat akan makna filosofis syukur dalam tradisi masyarakat Jawa,” ujar Eka Dewi saat acara launching, Rabu (18/2).
Meski Nasi Gunung Bandeng ditampilkan secara megah untuk kebutuhan estetika visual, Eka memastikan seluruh sajian yang dinikmati tamu tetap mengutamakan standar higienitas dan profesionalisme perhotelan. Selain menu ikonik tersebut, tersedia beragam pilihan masakan khas Nusantara yang siap memanjakan lidah pengunjung.
Untuk menambah kemeriahan, favehotel Sidoarjo menyediakan hiburan live music setiap malam dan undian doorprize harian bagi para tamu. Tak tanggung-tanggung, sebuah unit sepeda motor telah disiapkan sebagai hadiah utama (grand prize) yang akan diundi pada penghujung Ramadan.
Paket buka puasa ini dibanderol dengan harga normal Rp138.000 nett per orang. Namun, bagi masyarakat yang ingin melakukan pemesanan lebih awal, tersedia promo spesial early bird.
“Kami memberikan harga apresiasi sebesar Rp110.000 nett per orang untuk periode pemesanan 18 hingga 25 Februari 2026,” tambah Eka.
Konsep tradisional ini mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Salah satu pengunjung menyebutkan bahwa suasana yang dibangun berhasil membangkitkan memori masa kecil di pedesaan.
“Konsepnya sangat beda. Arak-arakan menunya tadi sempat membuat merinding karena mirip acara adat di desa dulu. Suasananya sangat hangat dan makanannya otentik,” ungkap salah satu tamu yang hadir.
Melalui perpaduan kuliner, tradisi, dan visual yang kuat, favehotel Sidoarjo optimis “Magical Ramadan: Tempo Doeloe” akan menjadi destinasi berbuka puasa favorit bagi warga Sidoarjo dan sekitarnya tahun ini.






