Surabaya, HeadlineJatim.com– Menjelang waktu berbuka, aroma rempah hangat mulai memenuhi ruangan. Wangi kardamom, kayu manis, dan daging kambing yang dipanggang perlahan seakan memanggil tamu untuk mendekat. Di antara deretan hidangan Grand Bazaar Ramadan Swiss-Belinn Manyar Surabaya, satu sajian berdiri paling gagah: Siknyancun kambing guling.
Bukan sekadar kambing panggang biasa, di sinilah cerita rasa itu dimulai. Dapur hotel ini memilih kambing karkas impor dari New Zealand, dengan usia di bawah tiga tahun. Bukan tanpa alasan. Kambing muda memiliki tekstur lebih lembut dan aroma yang jauh lebih bersih.
“Kalau di atas tiga tahun, dagingnya lebih alot dan aromanya lebih kuat. Kita ingin yang empuk dan nyaman di lidah,” ujar Chef Budi.
Pilihan pada karkas impor dilakukan demi menjaga konsistensi kualitas. Hasilnya? Serat daging yang halus, juicy, dan mudah menyerap bumbu hingga ke bagian terdalam.
Rempah Arab yang “Berani” dan Menggoda
Keistimewaan Siknyancun terletak pada racikan rempahnya. Tim dapur memadukan rempah Nusantara dengan rempah khas Timur Tengah. Kardamom Arab—berukuran lebih kecil tetapi aromanya lebih kuat—menjadi salah satu kunci.
Ditambah kayu manis, campuran rempah Arab, serta dasar wajib ginger dan garlic, cita rasa yang dihasilkan terasa lebih dalam, lebih hangat, dan lebih berlapis.
Rempah-rempah ini tidak hanya memberi rasa, tetapi juga menciptakan sensasi aromatik yang khas Ramadan—hangat, akrab, dan menggugah selera bahkan sebelum suapan pertama.
Setelah dibumbui, kambing tidak langsung dipanggang. Ia dimarinasi selama 24 jam agar bumbu benar-benar meresap ke dalam serat daging.
Proses pemanggangan pun dilakukan dengan presisi suhu 165°C, api atas dan bawah menyala bersamaan selama kurang lebih dua jam. Teknik ini memastikan kematangan merata—bagian luar kecokelatan sempurna, sementara bagian dalam tetap lembut dan juicy.
Saat disayat, dagingnya tampak mengilap. Aroma rempahnya naik bersama uap panas yang mengepul. Satu potong saja sudah cukup membuat antrean bertambah panjang.
Paduan Nasi yang Berganti Setiap Hari
Untuk melengkapi sang bintang utama, Grand Bazaar Ramadan menghadirkan rotasi nasi yang membuat pengalaman berbuka tak terasa monoton.
Ada Oriental Rice dengan sentuhan ginger garlic dan kayu manis, berpadu daging cincang yang gurih. Ada pula Biryani Rice yang kaya rempah, beraroma kuat, dan bertekstur pulen.
Tak berhenti di situ, menu nasi juga berganti dengan Kapsa dan Dill Rice di hari-hari berikutnya. Setiap kunjungan terasa seperti petualangan rasa yang berbeda, meski sang kambing guling tetap menjadi primadona.
Lebih dari Sekadar Menu Buffet
Di tengah banyaknya tawaran iftar hotel berbintang di Surabaya, Swiss-Belinn Manyar memilih pendekatan berbeda: menghadirkan satu hero dish yang dikerjakan dengan serius, dari pemilihan bahan hingga teknik masaknya.
Siknyancun bukan sekadar menu Ramadan. Ia adalah perpaduan kualitas internasional, kekayaan rempah Arab, dan sentuhan lokal yang menyatu dalam satu piring hangat saat azan magrib berkumandang.
Dan ketika potongan pertama menyentuh lidah—empuk, hangat, dan kaya rempah—Anda akan paham mengapa aroma dari sudut carving station itu sulit diabaikan.






