Ini 7 Makanan Khas Imlek Pembawa Keberuntungan

Ilustrasi oleh tim grafis.

Surabaya, HeadlineJatim.com– Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada Selasa (17/2/2026) tidak hanya menjadi momentum pergantian tahun dalam kalender lunar, tetapi juga festival kuliner yang sarat akan simbolisme. Di balik kelezatannya, setiap hidangan yang tersaji di meja makan memiliki doa dan harapan spesifik bagi mereka yang menyantapnya.

Read More

Secara etimologi, kata Imlek berasal dari dialek Hokkien (Yinli dalam bahasa Mandarin) yang secara harfiah berarti “Kalender Bulan“. Perayaan ini menandai titik balik matahari musim dingin dan datangnya musim semi, yang secara simbolis dianggap sebagai awal baru bagi kehidupan dan keberuntungan.

Filosofi di Balik Hidangan Ikonik

Tradisi makan bersama dalam Imlek bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan atau Tuan Yuan. Berikut adalah beberapa makanan wajib yang memiliki makna mendalam:

  1. Ikan (Yu): Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” terdengar mirip dengan kata “kelebihan”. Menyajikan ikan secara utuh melambangkan harapan agar rezeki selalu berlebih di akhir tahun.
  2. Lapis Legit: Kue berlapis-lapis ini melambangkan keberuntungan dan kemakmuran yang bertumpuk.
  3. Yu Sheng: Salad ikan segar yang diaduk bersama secara tinggi. Semakin tinggi adukan, dipercaya semakin besar peluang harapan terkabul.
  4. Kue Keranjang (Nian Gao): Teksturnya yang lengket melambangkan keeratan keluarga, sementara rasanya yang manis melambangkan sukacita.
  5. Mi Panjang Umur (Siu Mie): Mi yang tidak boleh terputus saat dimasak melambangkan umur panjang dan kesehatan.
  6. Jeruk Mandarin: Warnanya yang keemasan melambangkan kekayaan dan keberuntungan.
  7. Manisan Segi Delapan: Wadah ini berisi berbagai camilan yang masing-masing memiliki arti, mulai dari kesuburan hingga kebahagiaan keluarga.

Budaya kuliner Imlek bukan sekadar mitos, melainkan identitas budaya yang kuat. Mengutip penelitian dari Journal of Ethnic Foods (2021) yang diterbitkan oleh Springer Nature, tradisi pangan Tionghoa menekankan pada konsep “keseimbangan” antara rasa dan simbolisme sosial. Penelitian tersebut mencatat bahwa konsumsi makanan tertentu selama festival berfungsi sebagai penguat kohesi sosial dalam komunitas diaspora Tionghoa di seluruh dunia.

Menyambut Tahun Kuda Api

Di tahun Shio Kuda Api ini, perayaan Imlek diprediksi akan lebih dinamis. Karakter kuda yang enerjik dipadukan dengan elemen api yang berani tercermin dalam tren kuliner yang mulai menggabungkan resep tradisional dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan makna sakralnya.

Selamat merayakan Imlek 2577. Semoga hidangan yang tersaji membawa berkah bagi keluarga dan relasi Anda.

Related posts