Enam Desa di Taman Sidoarjo Terendam Banjir, Pompa Portabel Dikerahkan

Kondisi banjir di depan balai desa Bringinbendo, kecamatan Taman, Sidoarjo.(Foto: Fariz)

Sidoarjo, HeadlineJatim.com– Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sidoarjo sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026) pagi, memicu banjir di sejumlah titik. Setidaknya, enam desa di wilayah Kecamatan Taman kini terendam luapan air yang mengganggu aktivitas warga.

Read More

Salah satu lokasi terdampak cukup parah adalah Desa Bringinbendo. Di wilayah ini, genangan air sebenarnya sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Meski sempat menyurut pada hari sebelumnya, debit air kembali naik dan menggenangi akses jalan serta permukiman setelah hujan lebat kembali turun.

Kepala Desa Bringinbendo, Sholeh Dwi Cahyono, mengungkapkan bahwa banjir kali ini mengepung tiga dusun sekaligus. Kondisi geografi dan sistem drainase yang meluap membuat air tertahan lebih lama di pemukiman warga dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Rata-rata ketinggian air di Desa Bringinbendo berkisar antara 15 hingga 30 sentimeter, meliputi Dusun Bringin Wetan, Bringin Kulon, dan Bendo.

“Kalau di Dusun Bendo, area yang paling luas terdampak adalah lahan persawahan, sementara di dusun lain air masuk ke halaman rumah warga,” papar Sholeh.

Camat Taman, Ahmad Fauzi, mengonfirmasi bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan di Bringinbendo. Berdasarkan data terkini, total ada enam desa yang terendam, yakni Desa Bringinbendo, Kramatjegu, Tanjungsari, Pertapanmaduretno, Ketegan, dan Desa Trosobo.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) langsung bergerak. Kepala DPUBMSDA Sidoarjo, M. Makhmud, menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim teknis untuk melakukan penanganan darurat di titik-titik genangan terdalam.

Langkah percepatan dilakukan dengan mengerahkan dua unit pompa portabel untuk menyedot genangan. Selain itu, petugas berencana melakukan pengalihan aliran dari Sungai Buntung menuju Sungai Pelayaran dan Sungai Mangetan Kanal Dungus. Upaya sodetan ini diharapkan dapat mengurangi beban debit air di pemukiman warga dalam waktu singkat.

Related posts