Viral Guru SD di Jember Telanjangi Siswa, Dispendik Ambil Sikap Mutasi

SDN Jelbuk 02 tempat oknum guru yang telanjangi muridnya. (istimewa)

Jember, HeadlineJatim.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Jember digegerkan oleh dugaan aksi kekerasan psikis yang dilakukan seorang oknum tenaga pendidik. Guru berinisial FT di SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, diduga menelanjangi sejumlah siswanya sendiri usai kehilangan uang pribadi.

​Aksi tersebut memicu kemarahan wali murid setelah video proses mediasi berdurasi 23 detik viral di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @jember.keras. Peristiwa memprihatinkan ini dilaporkan terjadi pada Jumat (6/2/2026).

Kronologi Penggeledahan Paksa

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat oknum guru tersebut mengaku kehilangan uang sebesar Rp275 ribu. Didorong rasa emosional, FT melakukan penggeledahan terhadap 6 dari 24 siswa kelas V. Tragisnya, penggeledahan tersebut diduga dilakukan dengan cara yang tidak manusiawi, yakni memaksa siswa menanggalkan pakaian.

​Pihak sekolah mengonfirmasi adanya kejadian tersebut namun menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember.

Respon Tegas Dispendik Jember

​Kepala Dispendik Jember, Arief Tjahjono, memastikan pihaknya telah turun tangan. Mediasi yang melibatkan guru, wali murid, serta aparat kepolisian telah digelar untuk meredam situasi.

​“Masalah ini sudah selesai melalui jalur mediasi. Tuntutan utama wali murid adalah agar yang bersangkutan segera dipindah dan tidak lagi mengajar di SDN Jelbuk 02,” ujar Arief, Senin (9/2/2026).

​Sebagai konsekuensi atas tindakannya, oknum guru berstatus P3K tersebut dijatuhi sanksi berupa:

  • ​Mutasi tugas ke wilayah lain.
  • ​Pembinaan khusus oleh dinas terkait.
  • ​Teguran tertulis yang masuk dalam catatan personil.

Kondisi Psikologis Guru Jadi Sorotan

​Arief menjelaskan bahwa saat kejadian, FT disinyalir dalam kondisi sakit dan tidak stabil secara emosional. Uang yang hilang tersebut diklaim memiliki nilai historis pribadi yang tinggi bagi sang guru. Meski penggeledahan paksa telah dilakukan, uang tersebut tetap tidak ditemukan.

​Menutup keterangannya, Dispendik Jember berkomitmen memperketat pengawasan dan pembinaan karakter bagi tenaga pendidik di wilayahnya. Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa martabat siswa harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan pribadi pengajar.

Related posts