Nyamuk Ternyata ‘Vegan’, Simak Fakta Ilmiah di Balik Kebiasaan Menghisap Darah

Tim Grafis HeadlineJatim.com

Surabaya, HeadlineJatim.com – Selama ini nyamuk selalu identik sebagai serangga pengganggu yang haus darah. Namun, penelitian ilmiah mengungkap fakta mengejutkan: mayoritas nyamuk sebenarnya adalah “vegan”. Sumber energi utama mereka bukanlah darah manusia, melainkan nektar bunga dan cairan tumbuhan.

Read More

Berdasarkan data dari Encyclopaedia Britannica, baik nyamuk jantan maupun betina sejatinya mengonsumsi gula dari nektar tanaman. Karbohidrat dari tumbuhan inilah yang menjadi bahan bakar utama untuk metabolisme dan aktivitas terbang sehari-hari.

Penelitian klasik oleh entomolog W.A. Foster yang diterbitkan dalam Annual Review of Entomology menjelaskan bahwa konsumsi gula adalah faktor krusial bagi kelangsungan hidup nyamuk. Tanpa asupan gula dari tanaman, nyamuk tidak akan memiliki energi yang cukup untuk bertahan hidup, apalagi bereproduksi.

Faktanya, nyamuk jantan sepenuhnya bergantung pada nektar dan sama sekali tidak menggigit manusia. Sementara itu, nyamuk betina juga rutin meminum nektar untuk memenuhi kebutuhan energi hariannya. Menariknya, aktivitas menghisap nektar ini secara tidak langsung membantu proses penyerbukan pada beberapa jenis tanaman tertentu.

Berbeda dengan anggapan umum, nyamuk betina menggigit manusia atau hewan bukan untuk mencari makan (mengenyangkan perut), melainkan demi kelangsungan spesiesnya.

Dikutip dari sumber yang sama, darah menyediakan protein dan zat besi yang esensial untuk perkembangan telur. Sebagian besar spesies nyamuk bersifat anautogenik, artinya mereka wajib mendapatkan asupan darah agar telur mereka dapat berkembang secara optimal. Tanpa protein dari darah, nyamuk betina tidak mampu memproduksi telur yang sehat.

Memahami fakta ilmiah ini memberikan perspektif baru bahwa nyamuk adalah bagian dari ekosistem yang memiliki sisi “nabati”. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lengah.

Walaupun alasan mereka menggigit adalah demi reproduksi, gigitan nyamuk betina tetap menjadi vektor utama penularan penyakit berbahaya seperti Demam Berdarah (DBD), Malaria, hingga Zika.

Upaya pencegahan mandiri tetap menjadi kunci utama. Menjaga kebersihan lingkungan dengan menutup genangan air dan menggunakan pelindung anti-nyamuk adalah langkah paling efektif untuk menghindari risiko kesehatan di tengah pemukiman.

Related posts