Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat memberikan sambutan dan salam perpisahan terakhir kepada Alm. Adi Sutarwijono, di Kantor DPRD Kota Surabaya. (Foto: Arga Nur Wahid)
Surabaya, HeadlineJatim.com – Gedung DPRD Kota Surabaya yang biasanya riuh dengan debat politik, seketika berubah hening dan penuh haru pada Kamis (12/2/2026). Siang itu, seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya dan legislatif berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.
Sosok yang akrab disapa Cak Awi tersebut dilepas secara resmi dalam upacara kedinasan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Jenazah almarhum tiba di Gedung Dewan sekitar pukul 13.23 WIB, disambut isak tangis keluarga, kerabat, serta rekan sejawat.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, membacakan riwayat hidup almarhum dengan suara bergetar. Suasana menjadi sangat emosional saat perjalanan panjang Cak Awi di dunia politik dibacakan satu per satu.
Bahtiyar Rifai, Wakil Ketua DPRD Surabaya lainnya, menyebut Cak Awi bukan sekadar pimpinan, melainkan figur sentral yang mengayomi seluruh fraksi. Almarhum tercatat mengabdi di dewan sejak 2012 dan dipercaya menjabat Ketua DPRD selama dua periode (2019–2024 dan 2024–2029).
“Beliau menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Dalam kondisi sakit pun tetap memimpin rapat dan menghadiri agenda partai,” ujar Bahtiyar mengenang dedikasi almarhum.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tak kuasa membendung kesedihan saat memberikan sambutan. Baginya, Cak Awi adalah mitra strategis yang selalu mengutamakan kepentingan warga di atas segalanya.
“Semasa memimpin DPRD, beliau mengajarkan kita untuk merangkul demi kepentingan warga Surabaya,” kata Eri dengan nada sesenggukan.
Eri menambahkan bahwa dedikasi almarhum terhadap Kota Pahlawan sangat luar biasa, terutama dalam merumuskan kebijakan strategis seperti APBD dan program pelayanan publik.
“Karena almarhum sudah merindikasikan segala hidupnya untuk warga kota Surabaya,” tambahnya.
Istri almarhum, Lusia Yektihandayani, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkot dan DPRD Surabaya atas prosesi pelepasan yang begitu khidmat.
“Ini sungguh menjadi penghormatan yang luar biasa pada keluarga kami. Dan saya yakin beliau, Almarhum, bangga dengan Bapak Ibu semua dan juga Pemerintah Kota Surabaya,” ungkap Lusia.
Setelah upacara usai, jenazah Cak Awi diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di TPU Keputih. Surabaya hari ini kehilangan salah satu putra terbaiknya, seorang pemimpin yang mendedikasikan seluruh sisa hidupnya untuk kemajuan Kota Pahlawan.






