Kurangi Produk Impor, PLN Nusantara Power Gandeng Pabrik Lokal Suku Cadang Pembangkit Listrik

Dirut PT Metinca Prima Industrial Works, Hasan Naser (kiri) dan Direktur Utama PT PLN Suku Cadang, Thommi Haposan menunjukkan naskah kerja sama penyediaaan suku cadang untuk mendukung untuk kebutuhan pembangkit listrik dan infrastruktur nasional.(Foto: Istimewa)

Jakarta, Headlinejatim.com – Upaya mengurangi ketergantungan pada impor suku cadang pembangkit listrik kian nyata. PLN Nusantara Power (PLN NP) resmi menggandeng industri manufaktur lokal untuk memperkuat penggunaan komponen dalam negeri di sektor ketenagalistrikan.

Read More

Melalui anak usahanya, PT PLN Suku Cadang (PLN SC), PLN NP menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Metinca Prima Industrial Works di Tambun, Bekasi, Kamis (5/2). Kolaborasi ini mencakup penyediaan berbagai komponen casting, valve, serta suku cadang pendukung untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.

Langkah ini bukan sekadar kontrak bisnis. Bagi PLN NP, penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi bagian penting dari strategi menjaga keandalan pembangkit sekaligus membangun kemandirian industri nasional.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa ketahanan energi tidak bisa dilepaskan dari kekuatan rantai pasok dalam negeri.

“Dengan memaksimalkan produk lokal yang dikerjakan tenaga kerja Indonesia, kita bukan hanya menjaga keandalan pembangkit, tetapi juga memperkuat industri nasional,” ujarnya.

Selama ini, sejumlah komponen pembangkit masih mengandalkan pasokan luar negeri. Ketergantungan tersebut berisiko pada waktu pengiriman dan fluktuasi biaya. Melalui kemitraan ini, PLN berharap kebutuhan operasional dapat dipenuhi lebih cepat, lebih efisien, dan lebih kompetitif.

Direktur Utama PT PLN Suku Cadang, Thommi Haposan, menyebut kerja sama ini sejalan dengan prinsip KWH yang dipegang perusahaan kualitas, ketepatan waktu, dan harga yang kompetitif.

“Kami memastikan mitra mampu memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pembangkit. Ketepatan suplai juga menjadi kunci agar operasional tidak terganggu,” jelasnya.

Di sisi lain, PT Metinca Prima Industrial Works melihat kolaborasi ini sebagai peluang memperluas kontribusi industri manufaktur nasional di sektor energi. Perusahaan yang telah berpengalaman puluhan tahun di bidang pengecoran komponen industri ini menyiapkan fasilitas foundry, permesinan, hingga proses finishing untuk memenuhi standar pembangkit listrik.

Direktur Utama Metinca, Hasan Naser, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung kebutuhan strategis tersebut.

“Pengalaman kami selama puluhan tahun dalam memproduksi komponen pengecoran untuk berbagai sektor industri, termasuk pembangkit listrik, menjadi modal utama dalam menjaga kualitas produk. Keberhasilan ini didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, teknologi, serta fasilitas produksi yang kami miliki,” ujar Hasan.

Penandatanganan kerja sama turut diikuti kunjungan ke fasilitas produksi Metinca guna memastikan kesiapan teknologi dan kontrol kualitas yang diterapkan.

PLN Nusantara Power sendiri saat ini mengelola pembangkit berkapasitas total 18.573 MW di seluruh Indonesia. Di tengah target transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan lebih dari 6,3 GW, penguatan TKDN dipandang sebagai fondasi penting agar transformasi sektor ketenagalistrikan berjalan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa upaya transisi energi tidak hanya soal sumber daya baru, tetapi juga tentang membangun ekosistem industri dalam negeri yang tangguh dari ruang mesin pembangkit hingga lini produksi pabrik lokal.

Related posts