Petugas PLN Siagakan Listrik pada Puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang. (Foto: Humas PLN)
Malang, HeadlineJatim.com — Puncak peringatan Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026, berlangsung tanpa gangguan pasokan listrik. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur memastikan sistem kelistrikan tetap stabil selama acara akbar yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah.
Untuk mengantisipasi risiko gangguan, PLN menerapkan skema pengamanan berlapis. Selain mengandalkan suplai utama dari jaringan distribusi, PLN menyiapkan jaringan cadangan, genset, serta empat unit uninterruptible power supply (UPS) berkapasitas masing-masing 250 kVA sebagai sistem back up. Puluhan personel teknis disiagakan penuh di lokasi kegiatan sejak masa persiapan hingga seluruh rangkaian acara selesai.
General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir mengatakan persiapan dilakukan melalui tahapan teknis dan nonteknis. Pengecekan peralatan, simulasi pengamanan, serta pemetaan titik-titik beban vital menjadi bagian dari skenario pengamanan listrik.
“Kami memastikan kebutuhan listrik untuk pencahayaan, sound system, dan videotron berjalan aman agar kegiatan bisa berlangsung tanpa hambatan,” kata Ahmad Mustaqir, Minggu (9/2/2026).
Menurut dia, pengamanan kelistrikan tidak hanya difokuskan di Stadion Gajayana sebagai lokasi utama. PLN juga menjaga keandalan pasokan listrik di sejumlah wilayah penunjang yang memiliki peran strategis selama pelaksanaan Harlah, seperti Bandara Abdulrachman Saleh, jalur kedatangan tamu negara, hingga kawasan perhotelan tempat peserta dan undangan menginap.
PLN mendirikan posko siaga di setiap titik pengamanan dan menempatkan petugas teknik untuk merespons cepat jika terjadi gangguan. Seluruh sistem dipantau secara berkelanjutan selama acara berlangsung, termasuk pada jam-jam dengan beban puncak konsumsi listrik.
Ahmad menegaskan dukungan kelistrikan pada peringatan satu abad NU ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung kegiatan keagamaan dan agenda kenegaraan berskala nasional.
“Pasokan listrik yang andal, aman, dan tanpa kedip menjadi prasyarat agar kegiatan besar seperti ini dapat berjalan tertib dan lancar,” ujarnya.






