Gresik, HeadlineJatim.com– Menghadapi tantangan industri ritel dan properti yang makin dinamis, PT Dharma Graha Utama (DGU) tak mau tinggal diam. Memasuki tahun 2026, perusahaan ini sudah menyiapkan “jurus” baru, yakni melirik segmen wisata religi sebagai ceruk pasar potensial di Kabupaten Gresik.
Langkah berani ini bukan tanpa alasan. Direktur Utama PT Dharma Graha Utama, Erwin H. Poedjono, menjelaskan bahwa evaluasi mendalam terhadap kinerja tahun 2025 menunjukkan adanya peluang besar di sektor yang belum tergarap maksimal secara terintegrasi ini.
“Kami melihat potensi wisata religi sangat besar. Di tahun 2026, ini akan menjadi pasar baru yang kami kembangkan untuk melengkapi ekosistem industri yang sudah ada,” ujar Erwin saat Rapat Kerja Ke-6 PT DGU di Aston Gresik Hotel, Sabtu (7/2).
PT DGU menargetkan pertumbuhan perusahaan sebesar 10 hingga 15 persen di tahun depan. Salah satu motor penggeraknya adalah Gressmall. Mal kebanggaan warga Gresik ini tidak lagi hanya menjadi tempat jual-beli, melainkan diubah menjadi destinasi berbasis pengalaman (experience-based destination).
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, menyebutkan bahwa kunci sukses ke depan adalah adaptasi dan sinergi. Gressmall akan berkolaborasi erat dengan Aston Gresik Hotel & Conference Center untuk menyambut para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, termasuk para peziarah yang berkunjung ke Gresik.
“Kami ingin Gressmall menjadi ruang pengalaman yang terintegrasi. Jadi, tamu hotel atau wisatawan religi punya tempat yang nyaman untuk bersosialisasi dan beraktivitas di sini,” jelas Erich.
Senada dengan Erich, General Manager Aston Gresik Hotel, S. Paminta Nugraha, menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini. Dengan angka okupansi hotel yang mencapai 78 persen pada tahun lalu, ia optimis inovasi layanan baru ini akan membuat pengunjung makin betah.
“Inovasi adalah harga mati. Kami ingin membangun keterikatan emosional dengan pengunjung melalui layanan yang lebih personal dan terintegrasi,” tambahnya.
Tak hanya soal bisnis, PT DGU juga tetap berkomitmen pada program keberlanjutan dan sosial berbasis komunitas. Tujuannya jelas: menjadikan Gressmall dan Aston Gresik sebagai ruang publik yang hidup dan bermanfaat bagi masyarakat lokal.
Acara Rapat Kerja ini juga dihadiri oleh sosok penting di balik layar, yakni Owner dan Penasihat Utama PT DGU, Bambang Harjo Soekartono (BHS), serta Owner dan Komisaris Utama, Bambang Soengging Soerjasmoro. Kehadiran mereka menegaskan komitmen kuat manajemen untuk membawa ekonomi Gresik makin melesat di tahun 2026.






