Aksi Kurve Gandeng Pusdal LH dan Lintas Sektor Bersihkan 3,2 Ton Sampah di Tambak Wedi

Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak bersama tim Pusdal LH.(Foto: Istimewa)

Surabaya, HeadlineJatim.com— Aksi Kurve Sampah Pantai yang digelar di Pantai Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Kamis (6/2/2026), berhasil mengumpulkan sampah dengan total mencapai 3.236,855 kilogram. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap persoalan sampah pesisir sekaligus tindak lanjut arahan Presiden terkait penanganan sampah laut.

Read More

Dalam aksi tersebut, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan berasal dari beberapa titik pengumpulan. Pos 1 mencatat 1.161,5 kilogram, Pos 2 sebanyak 869,755 kilogram, Pos 3 sebesar 755,6 kilogram, serta dari kegiatan Sungai Watch terkumpul 450 kilogram sampah.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, komunitas, relawan, hingga staf Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa Bidang Wilayah 3, yang turut terjun langsung dalam aksi gotong royong membersihkan sampah di kawasan pesisir Pantai Tambak Wedi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menegaskan bahwa sampah laut merupakan isu strategis nasional yang berdampak luas, tidak hanya terhadap kualitas lingkungan dan ekosistem pesisir, tetapi juga sektor pariwisata, perikanan, kesehatan masyarakat, hingga citra bangsa di mata dunia. Sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi, serta menurunnya kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus mengambil langkah konkret, terkoordinasi, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Aksi Kurve Sampah Pantai ini merupakan simbol komitmen bersama bahwa persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, melainkan melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Gubernur Khofifah.

Senada dengan hal tersebut, Gatut Panggah Prasetyo, Kepala Bidang Wilayah 3 Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Jawa, menyampaikan bahwa persoalan sampah saat ini sudah masuk kategori darurat. Sampah yang tidak terkelola dengan baik berdampak pada banyak sektor, mulai dari pariwisata, kesehatan, hingga potensi bencana lingkungan.

Ia menegaskan bahwa gotong royong menjadi langkah bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dari polusi sampah. Menurutnya, aksi bersih sampah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk membuka pemahaman dan menggugah kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

“Aksi gotong royong ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif. Kebersihan lingkungan merupakan cerminan kepribadian yang baik. Mari kita kelola sampah dengan benar agar tidak menjadi bencana di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Rizky Ananda, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam aksi bersih pantai tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman sekaligus pengingat bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama.

“Dengan ikut langsung membersihkan pantai, kami jadi lebih sadar bahwa sampah yang kita buang sembarangan dampaknya sangat besar. Kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan agar masyarakat semakin peduli dan tidak lagi menganggap sampah sebagai hal sepele,” katanya.

Gubernur Khofifah menambahkan, aksi bersih pantai ini bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk membangun perubahan perilaku dan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen mendorong pengurangan sampah dari sumbernya, peningkatan pemilahan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, serta penegakan regulasi pengelolaan sampah secara konsisten.

Melalui kegiatan ini, diharapkan aksi peduli lingkungan tidak berhenti di Pantai Tambak Wedi saja, tetapi dapat menjadi gerakan berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur, sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya masyarakat sehari-hari.

Related posts