Mojokerto, headlinejatim.com – Dalam rangka menyukseskan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT PLN (Persero) UP3 Mojokerto menggelar kegiatan edukasi pemahaman dan peran bersama dalam upaya pencegahan terorisme di lingkungan kerja. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Madakaripura PLN UP3 Mojokerto dan dihadiri oleh Manajer UP3 Mojokerto, para Manajer ULP, Team Leader K3L, serta Tim Satuan Pengaman. Sebagai bentuk sinergi antara BUMN dengan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, kegiatan ini turut mendapatkan pendampingan dari Unit IV Sat Intelkam Polres Mojokerto.
Dalam sambutannya, Manajer PLN UP3 Mojokerto, Muhammad Syafdinnur, menegaskan komitmen PLN dalam membangun lingkungan kerja yang aman, waspada, dan berdaya tahan terhadap berbagai potensi ancaman, termasuk radikalisme dan terorisme. “Keselamatan tidak hanya berbicara tentang aspek teknis kelistrikan, tetapi juga mencakup keamanan lingkungan kerja secara menyeluruh. PLN berkomitmen membangun ekosistem kerja yang profesional, andal, dan kolaboratif, serta bebas dari pengaruh paham yang dapat mengancam persatuan dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Syafdinnur.
“Kegiatan ini selaras dengan tema Bulan K3 Nasional 2026, yakni “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Melalui pendekatan preventif dan edukatif, PLN UP3 Mojokerto memperluas makna K3 tidak hanya pada aspek keselamatan fisik, tetapi juga keamanan non-teknis yang berpotensi mengganggu stabilitas perusahaan” tambah syafdinnur
Dalam arahannya, KBO Samapta Polres Mojokerto, Ipda Hadi Rusli, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan penguatan sistem pengamanan di lingkungan kerja PLN. “Potensi ancaman dapat datang dari berbagai arah dan dengan berbagai cara. Oleh karena itu, tim pengamanan di lingkungan PLN harus semakin memperketat sistem pengawasan. Terorisme bisa menyusup melalui celah sekecil apa pun. Kami berharap setelah mengikuti edukasi ini, pengamanan di lingkungan PLN menjadi lebih sigap dan responsif, sehingga mitigasi awal terhadap potensi ancaman dapat dilakukan lebih dini demi keamanan bersama,” tegasnya.
Turut hadir sebagai narasumber utama, Musa Efendi, mantan narapidana kasus terorisme sekaligus eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang kini telah menyatakan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Materi yang disampaikan menekankan pentingnya peran aktif seluruh pegawai dalam mendeteksi dini indikasi radikalisme, memperkuat literasi kebangsaan, serta menjaga solidaritas dan komunikasi yang sehat di lingkungan kerja. Dalam pemaparannya, Musa membagikan pengalaman pribadi serta proses panjang deradikalisasi yang ia jalani. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap pola penyebaran paham radikal yang dapat menyusup melalui berbagai celah, baik di lingkungan sosial maupun tempat kerja. “edukasi semacam ini sangat penting agar masyarakat, khususnya pekerja di sektor vital seperti kelistrikan, tidak mudah terpengaruh paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila’’, tutur Musa.
Musa juga mengajak peserta untuk menjadi agen perdamaian dan pelopor kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
Dengan adanya edukasi ini, PLN UP3 Mojokerto berharap seluruh insan PLN semakin memiliki pemahaman komprehensif tentang ancaman non-teknis yang dapat mengganggu keselamatan kerja, keamanan aset negara, serta keberlangsungan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN sebagai BUMN untuk menjaga keandalan layanan, memperkuat ketahanan internal, dan turut berkontribusi dalam menjaga keutuhan serta stabilitas nasional






