Kepsek SD Santa Maria Surabaya bersama salah satu murid saat memperlihatkan karya lukisan (foto: Maulana Hafizh)
Surabaya, HeadlineJatim.com — Galeri Prabangkara di UPT Taman Budaya Jawa Timur mendadak penuh warna. Sejak 4 hingga 10 Februari 2026, galeri ini beralih fungsi menjadi “ruang kelas raksasa” melalui pameran lukisan bertajuk “Expression in Colour”.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 138 karya lukisan hasil tangan kreatif siswa TK hingga SMA Santa Maria Surabaya, serta Kampus Santa Maria Sidoarjo, dipajang apik. Pameran ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan cara sekolah menghadirkan pengalaman belajar seni langsung di hadapan publik.
Kepala SD Santa Maria Surabaya, Ike, mengungkapkan bahwa membawa karya anak ke galeri profesional bertujuan untuk memperluas ruang imajinasi mereka. Menurutnya, atmosfer galeri memberikan tekanan positif yang berbeda dibanding lingkungan sekolah.
“Kalau di sekolah, penikmatnya hanya guru dan teman. Di sini, publik luas bisa melihat. Ini cara kami melatih rasa percaya diri dan tanggung jawab anak atas apa yang mereka ciptakan,” jelas Ike saat ditemui di lokasi.
Hal menarik lainnya adalah konsep pameran yang menggabungkan berbagai jenjang pendidikan. Guru kelas sekaligus PIC ekstrakurikuler, Yustinus, menyebutkan bahwa ini adalah kali pertama pameran melibatkan siswa dari tingkat TK hingga SMA secara bersamaan.
Pemilihan Galeri Prabangkara pun bukan tanpa alasan. Kapasitas ruang yang luas dianggap mampu menampung antusiasme siswa dan pengunjung dengan lebih nyaman.
“Di sini, adik-adik TK bisa melihat karya kakak SMA-nya, begitu juga sebaliknya. Mereka belajar mengapresiasi proses seni dari berbagai sudut pandang usia,” tambah Yustinus.
Senada dengan itu, Humas SD Santa Maria Surabaya, Irene, menekankan bahwa pameran lintas jenjang ini memberikan kekayaan visual bagi pengunjung. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan bagi anak-anak untuk lebih mengenal dunia seni rupa dan lingkungan budaya sejak dini.
Melalui pameran “Expression in Colour”, sekolah ingin membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu duduk di dalam kelas. Seni rupa terbukti menjadi media yang efektif untuk membentuk karakter, melatih keberanian, hingga menanamkan sikap menghargai perbedaan pada anak.






