Sejumlah pemuda Karang Taruna desa Tanjunganom saat menambal jalan.(Fariz)
Sidoarjo, HeadlineJatim.com– Kecewa karena laporan tak kunjung direspons pemerintah daerah, puluhan pemuda Karang Taruna Dusun Tanjunganom, Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo, melakukan penambalan darurat pada jalan kabupaten yang ambles, Kamis (05/02/2026). Aksi ini dilakukan secara swadaya guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat kerusakan jalan yang kian parah.
Kepala Dusun (Kasun) Tanjunganom, Erwin, menjelaskan bahwa jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Gresik tersebut telah rusak selama dua bulan terakhir. Kerusakan berupa amblesan badan jalan ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas.
“Ambles sedalam 30 hingga 40 sentimeter dengan panjang sekitar 6 meter dan lebar 1,5 meter. Sudah kami laporkan ke pihak Kecamatan, Pemkab, hingga Dinas PU, namun belum ada tindakan. Padahal ini merupakan akses vital,” ungkap Erwin di lokasi aksi.
Menurut Erwin, titik amblesan berada tepat di atas gorong-gorong aliran Sungai Pelayaran yang berfungsi sebagai saluran irigasi sawah warga. Diduga kuat, aliran air terus menggerus fondasi jalan sehingga aspal terus mengalami penurunan.
“Posisi yang ambles itu tepat di atas saluran air irigasi warga yang bersumber dari Sungai Pelayaran,” jelasnya.
Erwin menambahkan, kondisi jalan yang rusak telah berulang kali memicu kecelakaan lalu lintas. Risiko meningkat drastis saat malam hari atau ketika hujan deras, karena lubang yang dalam sering kali tertutup genangan air sehingga tidak terlihat oleh pengendara.
“Kalau malam sering sekali pengendara motor terjatuh. Apalagi kalau hujan deras, lubangnya tertutup genangan air, jadi sangat berbahaya bagi mereka yang tidak hafal medan,” tambah Erwin.
Khawatir akan jatuh lebih banyak korban, Karang Taruna setempat berinisiatif menambal jalan menggunakan material sirtu dan peralatan seadanya. Penanganan mandiri ini tercatat sebagai aksi kedua yang dilakukan warga setelah sebelumnya sempat melakukan perbaikan menggunakan semen.
“Kami hanya ingin jalan ini aman dilewati kembali. Jangan sampai menunggu ada nyawa melayang baru ditambal secara permanen oleh pemerintah,” pungkas Erwin.






