Bukan Sekadar Lomba, Terminal Teluk Lamong Uji Nyali Hadapi Skenario Darurat Nyata

Peserta Lomba Emergency Response 2026 PT Terminal Teluk Lamong mengikuti simulasi pemadaman kebakaran dan evakuasi korban. (Humas TTL)

Surabaya, HeadlineJatim.com — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) tak ingin kesiapsiagaan darurat hanya berhenti di atas kertas. Dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, perusahaan pelabuhan ini menggelar Lomba Emergency Response 2026 sebagai simulasi nyata menghadapi potensi keadaan darurat di area operasional terminal.

Read More

Kegiatan yang digelar Selasa (4/2/2026) tersebut diikuti 12 tim yang terdiri dari perwakilan divisi internal serta mitra kerja. Lomba ini dirancang bukan untuk sekadar adu cepat, melainkan menguji ketangguhan mental, koordinasi tim, dan ketepatan prosedur saat situasi genting benar-benar terjadi.

Dua kategori utama dipertandingkan, yakni pemadaman kebakaran menggunakan mobil pemadam serta evakuasi korban dengan tandu. Seluruh skenario dibuat menyerupai kondisi riil di lingkungan pelabuhan, sehingga peserta dituntut berpikir cepat dan bertindak presisi di bawah tekanan.

Area operasional PT Terminal Teluk Lamong dipilih sebagai lokasi lomba agar peserta merasakan langsung tantangan medan kerja sebenarnya. Dengan demikian, setiap tim tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga refleks dan kerja sama lapangan.

Lomba Emergency Response ini diselenggarakan oleh HSSE TPK Teluk Lamong dan dilaksanakan secara kolaboratif bersama HSSE Head Office PT Terminal Teluk Lamong. Kegiatan ini sejalan dengan tema Bulan K3 Nasional 2026, “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”

Manager HSSE PT Terminal Teluk Lamong, Rivel, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kesiapsiagaan darurat merupakan tanggung jawab bersama seluruh insan terminal.

“Kami ingin memastikan seluruh divisi dan mitra kerja benar-benar siap menghadapi kondisi darurat. Bukan panik, tapi sigap, terkoordinasi, dan tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Melalui lomba ini, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan bahwa budaya K3 tidak hanya dibangun lewat regulasi, tetapi juga melalui latihan berkelanjutan yang realistis dan melibatkan seluruh unsur operasional.

Sebagai edukasi, kesiapsiagaan tanggap darurat merupakan bagian krusial dari sistem keselamatan kerja, khususnya di sektor berisiko tinggi seperti pelabuhan. Latihan rutin, pemahaman prosedur, serta kerja tim yang solid menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak kecelakaan dan melindungi keselamatan manusia maupun aset perusahaan.

Related posts