Tangkapan layar Instagram BPBD Surabaya.
Surabaya, HeadlineJatim.com – Sebuah reklame patah di Jalan Tidar, Surabaya, akibat hujan deras disertai angin kencang, Selasa (3/2/2026) sore. Hingga malam hari, reklame tersebut belum ditangani dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga yang melintas di kawasan tersebut.
Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari DPRD Surabaya. Dewan menilai kejadian reklame patah tersebut menjadi alarm penting terhadap lemahnya pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, meminta penanganan segera dilakukan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap reklame yang diduga tidak memenuhi standar keselamatan.
“Saya meminta kepada BPBD untuk segera membereskan reklame ini. Kondisinya sangat membahayakan pengguna jalan dan jelas mengganggu aktivitas warga yang melintas,” tegas Saifuddin saat ditemui di Kantor DPRD Surabaya, Rabu (4/2/2026).

Selain penanganan darurat, Saifuddin juga mendesak instansi terkait agar bersikap tegas dengan melakukan audit terhadap seluruh reklame yang diduga tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan perundang-undangan.
Ia menegaskan, reklame yang terbukti melanggar aturan harus ditindak tanpa kompromi. “Jika ada unsur kelalaian atau kesengajaan, izinnya harus dicabut. Jangan sampai kelalaian ini merugikan dan membahayakan warga Surabaya,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat tersebut menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam penataan reklame kota. Menurutnya, keberadaan reklame tidak boleh mengorbankan rasa aman masyarakat.
“Warga Surabaya berhak atas kenyamanan dan ketenteraman. Reklame bermasalah harus segera diperbaiki atau ditertibkan agar keselamatan benar-benar terjamin,” katanya.
Sebelumnya, Menurut Irvan Widyanto, Kepala BPBD Kota Surabaya, peristiwa papan reklame ini adalah peringatan dini untuk meningkatkan mitigasi risiko.
“Kami terus meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, mulai pemantauan cuaca, sosialisasi tanggap bencana, hingga pemeliharaan drainase. Dinas Lingkungan Hidup kami libatkan untuk memonitor pohon berisiko roboh, dan semua struktur publik tinggi, termasuk papan reklame besar, kami inspeksi. Tujuannya mencegah jatuhnya material yang dapat membahayakan warga,” tegasnya.
BPBD Surabaya bersama instansi terkait telah menyiapkan langkah antisipatif. Inspeksi berkala tiang dan sambungan papan reklame, standar teknis pemasangan sesuai prediksi BMKG, koordinasi dengan pemilik swasta untuk menurunkan atau memperkuat papan yang berisiko, pengamanan darurat area publik, hingga edukasi masyarakat untuk melaporkan kondisi papan yang longgar atau rusak.
Insiden Jalan Tidar membuka mata tentang kesenjangan antara perencanaan infrastruktur dan cuaca yang semakin ekstrem. Kota besar seperti Surabaya memang memiliki banyak papan reklame sebagai bagian dari dinamika urban, namun fakta ini menunjukkan bahwa pemeliharaan rutin, pengawasan teknis, dan protokol mitigasi risiko harus diperkuat agar ancaman tidak menjadi fatal.
BMKG Juanda menegaskan bahwa peringatan dini adalah kesempatan bagi pemerintah, pengelola bangunan publik, dan masyarakat untuk bertindak sebelum risiko terjadi.
Kasus papan reklame ambruk ini adalah alarm nyata bagi ketahanan perkotaan, cuaca ekstrem bukan fenomena sesaat, infrastruktur harus dipasang dan dipelihara sesuai standar, dan koordinasi lintas instansi serta mitigasi berbasis data BMKG menjadi kunci keselamatan publik dan kelancaran kota.
Surabaya kini menghadapi tantangan besar, membangun kota yang tidak hanya berkembang, tetapi juga tangguh menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.






