Surabaya, HeadlineJatim.com– Malam Nisfu Syaban, yang dikenal sebagai malam Lailatul Maghfirah atau malam pengampunan, akan tiba hari ini (2/2/2026).
Bagi umat Muslim, momen yang jatuh di pertengahan bulan Syaban ini merupakan waktu yang sangat dinantikan untuk meningkatkan intensitas ibadah sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Berdasarkan kalender Hijriah, Nisfu Syaban 1447 H diperkirakan jatuh pada 2 Februari 2026. Untuk meraih keberkahan di malam istimewa ini, berikut adalah panduan amalan Nisfu Syaban yang sesuai dengan anjuran para ulama dan kaidah agama yang benar.
1. Menghidupkan Malam dengan Doa dan Zikir
Para ulama menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak doa pada malam Nisfu Syaban. Hal ini didasari pada keyakinan bahwa pada malam tersebut, Allah SWT membuka pintu rahmat dan mengabulkan doa hamba-Nya.
Salah satu tradisi yang umum dilakukan di Indonesia adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali setelah Shalat Maghrib, dengan niat:
*Pembacaan pertama: Memohon panjang umur dalam ketaatan.
*Pembacaan kedua: Memohon perlindungan dari mara bahaya dan keluasan rezeki yang halal.
*Pembacaan ketiga: Memohon ketetapan iman dan husnul khatimah.
2. Memperbanyak Istighfar dan Memohon Ampun
Sesuai dengan namanya sebagai malam pengampunan, memperbanyak istighfar adalah amalan utama. Dalam sebuah hadis riwayat Baihaqi, disebutkan bahwa Allah SWT memperhatikan hamba-Nya di malam Nisfu Syaban dan mengampuni mereka yang memohon ampunan, kecuali orang yang musyrik dan orang yang menyimpan dendam.
3. Melaksanakan Puasa Sunnah Nisfu Syaban
Menjalankan puasa di bulan Syaban merupakan salah satu sunnah yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW. Puasa Nisfu Syaban dapat diniatkan sebagai bagian dari puasa Ayyamul Bidh (puasa hari-hari putih).
Niat Puasa Nisfu Syaban:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Nisfu Sya’ban lillahi ta’ala”
(Saya niat puasa sunnah Nisfu Syaban esok hari karena Allah Ta’ala).
4. Menjaga Silaturahmi dan Menghapus Dendam
Ibadah ritual tidak akan sempurna tanpa diikuti dengan kebaikan sosial. Salah satu penghalang diterimanya ampunan di malam Nisfu Syaban adalah adanya sifat dengki atau permusuhan antar sesama Muslim. Oleh karena itu, saling memaafkan sebelum malam tersebut sangat dianjurkan.
Catatan Penting: Meskipun terdapat berbagai tradisi di masyarakat, yang terpenting adalah menjaga niat semata-mata karena Allah SWT, Fokuslah pada peningkatan kualitas shalat wajib, shalat malam (Tahajud), dan zikir.
Sumber Referensi: NU Online, Kemenag RI,






