“Dari Bangkai Tunu Pratama Jaya Hingga Catatan Tragedi Laut Terlengkap”
Banyuwangi, HeadlineJatim.com— Laut yang tampak tenang di bawah sinar matahari pagi ini menyimpan cerita yang jauh dari damai. Di dermaga Ketapang, suasana hening terasa berat. Sebagian keluarga korban duduk menunggu kabar, sebagian lain termenung memeluk kenangan yang belum sempat dilepas. Di kejauhan, crane raksasa masih bekerja, menarik puing bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dari dasar Selat Bali. Pemandangan itu menjadi penanda bab terbaru dalam sejarah panjang tragedi laut di jalur penyeberangan tersibuk Indonesia ini.
Lebih dari tujuh bulan setelah kapal penyeberangan jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang dimiliki oleh PT Raputra Jaya dan dioperasikan oleh Bunga Nusa Mahakam dan dibuat oleh galangan Karya Teknindo Jaya, serta mulai beroperasi sejak 2010 untuk rute perairan antara Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Pelabuhan Gilimanuk (Bali) tersebut, tenggelam, proses pengangkatan bangkai masih memunculkan temuan memilukan.
Terbaru, pada 1 Februari 2026, satu jenazah kembali ditemukan dan berhasil diidentifikasi sebagai kru kapal yang selama ini dinyatakan hilang. Penemuan ini memperpanjang daftar korban yang tak langsung ditemukan pada hari-hari awal tragedi.
Pada Minggu pagi (1/2/2026), ketika salah satu crane mengangkat kendaraan dari dalam lambung kapal, sebuah jenazah terlihat mengambang di sekitar lokasi pengangkatan dan langsung dievakuasi ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. Pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah kru kapal asal Banyuwangi, yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam tragedi Tunu Pratama Jaya.
Selain itu, petugas patroli juga menemukan mayat tanpa identitas yang terapung di perairan Selat Bali, dengan kondisi tubuh yang sudah terpisah beberapa bagian, yang diduga merupakan korban kecelakaan Tunu.
KMP Tunu Pratama Jaya, Tragedi yang Mengguncang Selat Bali
KMP Tunu Pratama Jaya adalah kapal penyeberangan yang berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada malam 2 Juli 2025 menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Sekitar pukul 23.20 WIB, kapal mengirim sinyal darurat setelah mengalami gangguan mesin dan sistem kelistrikan. Tak lama kemudian, kapal tenggelam kurang dari setengah jam sejak lepas dermaga, meninggalkan puluhan orang di laut.
Kapal membawa 65 orang (53 penumpang dan 12 kru) serta 22 kendaraan. Operasi SAR gabungan berhasil menyelamatkan puluhan orang, namun puluhan lainnya sempat dinyatakan hilang dalam pencarian awal.
Pernyataan Pihak Terkait
▪ KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menegaskan bahwa investigasi telah mengumpulkan cukup data untuk mengungkap penyebab kecelakaan Tunu Pratama Jaya dan menyoroti perlunya perbaikan operasional seperti stabilitas muatan dan prosedur keselamatan pelayaran.
“Intinya kami sudah mendapatkan data yang cukup, dan tinggal melakukan analisa mencari penyebab (kapal tenggelam).”
▪ DPR RI (Komisi V)
Wakil anggota Komisi V DPR RI secara tegas menyatakan bahwa temuan awal investigasi menunjukkan kelebihan muatan dan potensi kelalaian operasional, dan mendesak agar pemerintah serta pihak terkait melakukan audit keselamatan menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa. Mereka mendesak penegakan hukum yang tegas terhadap pihak operator yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpang.
▪ Pemerintah & Presiden RI
Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan jajaran SAR dan instansi terkait untuk mempercepat upaya penyelamatan dan tanggap darurat meskipun beliau sedang berada di luar negeri saat kejadian terjadi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap keselamatan dan upaya penyelematan korban laut.
Mengapa Pengangkatan Bangkai Terus Dilanjutkan?
Pengangkatan bangkai bukan sekadar pemulihan objek tenggelam. Proses ini menjadi bagian penting dari beberapa hal:
- Pencarian lanjutan korban, termasuk yang belum ditemukan.
- Pengumpulan bukti investigasi teknis untuk menentukan penyebab kecelakaan.
- Mitigasi risiko pelayaran utama yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan dan orang.
Keberlanjutan temuan korban selama proses angkat bangkai menunjukkan bahwa struktural kapal di kedalaman laut masih dapat menyimpan bukti dan korban yang tak terjangkau saat SAR awal.
Jejak Tragedi Selat Bali: Catatan Panjang yang Berulang
Selat Bali telah menjadi lokasi tragedi laut berulang selama beberapa dekade. Kasus-kasus yang terverifikasi meliputi:
- 1985 – PLM Labalikan: Kapal barang karam; 13 selamat, 12 tewas atau hilang.
- 1994 – LCT Kaltim Mas II: Landing craft karam karena arus kuat; puluhan tewas.
- 2012 – KRI Klewang-625: Kapal perang TNI AL terbakar lalu tenggelam; tanpa korban jiwa besar.
- 2016 – KMP Rafelia 2: Feri Ro-Ro karam karena stabilitas buruk; beberapa penumpang meninggal.
- 2018 – KMP Labitra Adinda: Kebakaran mesin; tidak ada korban jiwa besar.
- 29 Juni 2021 – KMP Yunicee: Feri karam karena arus kuat; beberapa penumpang tewas/ hilang.
- 21 April 2021 – KRI Nanggala-402: Kapal selam TNI AL tenggelam saat latihan; semua 53 awak gugur.
- 22 Juni 2025 – KMP Gerbang Samudra 2: Kapal kehilangan kendali lalu kandas; tidak banyak korban jiwa namun risiko jelas terlihat.
- 2 Juli 2025 – KMP Tunu Pratama Jaya: Feri tenggelam; korban masih terus ditemukan saat proses pengangkatan bangkai berlangsung.
Respons Pemerintah & Evaluasi Keselamatan (2025–2026)
Setelah tragedi Tunu Pratama Jaya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memperketat inspeksi keselamatan dan kelayakan laut kapal di rute penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, termasuk pemeriksaan stabilitas muatan dan sistem darurat kapal.
Selain itu, arahan Presiden RI agar Basarnas dan instansi terkait mempercepat respon penyelamatan menunjukkan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama pemerintah nasional, dan bukan hanya respons administratif.
Para pakar keselamatan pelayaran menyebut sejumlah faktor risiko yang berulang:
-Arus pasang surut yang sangat kuat dan berubah cepat, membuat navigasi kapal sulit dikendalikan.
-Gelombang tinggi yang dapat muncul secara tiba-tiba, terutama di malam hari.
-Masalah stabilitas kapal dan pengikatan muatan, terutama pada kapal tipe Ro-Ro.
-Gangguan teknis seperti blackout mesin, yang dapat mempercepat situasi darurat.
-Kepadatan lalu lintas pelayaran, meningkatkan risiko tabrakan atau kesalahan navigasi.
-Kombinasi faktor alam dan teknis ini menjelaskan mengapa tragedi berulang kali menimpa kapal di jalur ini.
Selat Bali, Potret Jalur Singkat dan Pelajaran Panjang
Dari kapal barang yang karam pada 1985 hingga bangkai Tunu Pratama Jaya yang masih diangkat pada 2026, Selat Bali mencatat sejarah panjang perjalanan yang tidak selalu berakhir di seberang. Ia menjadi pengingat bahwa keselamatan laut adalah masalah nyawa manusia, bukan sekadar prosedur administratif.
Di antara ribuan perjalanan yang selamat setiap hari, ada nama-nama yang tak pernah tiba di tujuan.
Sumber Berita & Referensi (Link)
Insiden KMP Tunu & Evakuasi Bangkai
Satu jenazah ditemukan di bangkai KMP Tunu Pratama Jaya: https://www.detik.com/jatim/berita/d-8335157/satu-jenazah-ditemukan-di-bangkai-kmp-tunu-pratama-jaya?utm_source=chatgpt.com
Jenazah mengambang ditemukan saat pengangkatan bangkai: https://suaraindonesia.co.id/news/news/697f47ae45196/Jenazah-Mengambang-Saat-Evakuasi-Bangkai-KMP-Tunu-di-Selat-Bali-Ditemukan-Identitas?utm_source=chatgpt.com
Identifikasi jenazah sebagai kru asal Banyuwangi: https://suaraindonesia.co.id/news/news/697f4ab1c0a80/Keluarga-Pastikan-Jenazah-Temuan-Evakuasi-KMP-Tunu-adalah-Kru-Asal-Banyuwangi?utm_source=chatgpt.com
Kronologi Tenggelam & SAR
Lokasi bangkai KMP Tunu berhasil terdeteksi dalam operasi SAR: https://en.antaranews.com/news/364353/sar-team-locates-likely-tunu-pratama-jaya-wreckage?utm_source=chatgpt.com
Sejarah Tragedi Selat Bali
Daftar kapal kecelakaan di Selat Bali termasuk Rafelia 2 & Yunicee: https://denpasar.kompas.com/read/2025/07/03/140912978/daftar-kapal-kecelakaan-di-selat-bali-kmp-rafelia-2-yunicee-hingga-kmp-tunu?utm_source=chatgpt.com
Investigasi KNKT: https://dephub.go.id/post/read/knkt-umumkan-hasil-investigasi-tenggelamnya-kmp-rafelia-2-di-selat-bali?utm_source=chatgpt.com
Respons Pemerintah & Kebijakan
Instruksi Presiden untuk tanggap SAR: https://www.setneg.go.id/baca/index/dari_tanah_suci_presiden_prabowo_instruksikan_tindakan_penyelamatan_atas_tenggelamnya_kmp_tunu_pratama_jaya?utm_source=chatgpt.com
DPR dan evaluasi keselamatan pelayaran: https://www.jawapos.com/politik/016231462/tak-ingin-insiden-kapal-tenggelam-di-selat-bali-terus-terulang-komisi-v-dpr-desa
k-audit-menyeluruh-sistem-keselamatan-pelayaran?utm_source=chatgpt.com






