Persebaya Siapkan ‘Matchday Experience’ Level Up Jelang Putaran Kedua BRI Super League

 

Surabaya, HeadlineJatim.com— Suasana stadion vibes di Kota Pahlawan makin siap nge-gas jelang putaran kedua BRI Super League 2025/26. Bukan cuma soal performa tim di lapangan, tetapi juga experience suporter di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang tengah dibenahi secara total oleh Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya.

Read More

Panpel Persebaya fokus mengoptimalkan pengalaman matchday supaya Bonek (suporter fanatik tim ini) bisa ngerasain sensasi nonton bola yang bukan cuma seru, tapi juga nyaman, aman, dan memorable dari awal sampai akhir laga.

Suporter Jadi Prioritas Utama

Menurut Ketua Panpel Ram Surahman, persiapan putaran kedua musim ini bukan sekadar memikirkan on-field performance, tapi juga bagaimana stadion experience jadi ruang yang asyik buat semua kalangan suporter.

Salah satu gebrakan yang lagi jadi highlight adalah layanan Persebaya Suites “premium lounge” untuk nonton pertandingan dengan suasana lebih eksklusif namun tetep asik. Tiketnya langsung sold out waktu pertama dibuka, dan buat laga berikutnya beberapa suporter bahkan udah booking jauh-hari sebelumnya.

  • Selain itu, pengaturan parkir untuk suporter Suites dibuat lebih dekat ke pintu masuk, dan yang lebih seru lagi, suporter di area tersebut punya kesempatan nonton warm-up pemain langsung dari pinggir lapangan . Sebuah pengalaman yang biasanya cuma bisa didapetin dari kursi VIP klub elite. Semua ini sudah di-acc resmi oleh otoritas liga.

Panpel juga mengatasi tantangan klasik seperti “parking crowd” dengan koordinasi intens bersama Dinas Perhubungan. Meski area parkir GBT terbatas, slot tambahan disediakan khususnya untuk pemegang tiket Superfans Bawah.

Performa Tim: Konsistensi Jadi Kunci

Di hadapan suporter sendiri, Persebaya sudah mulai tunjukin tren yang bikin Bonek makin optimis. Tim Bajul Ijo berhasil meraih kemenangan penting 3–0 atas PSIM Yogyakarta dalam salah satu laga putaran pertama, dan itu bikin posisi tim di klasemen sementara menanjak ke peringkat keenam dengan total 31 poin dari 18 laga. Posisi ini nunjukin kalau Persebaya masih punya peluang besar buat naik lagi asal konsistensi terus dijaga di paruh kedua.

Klasemen sendiri tetap sangat kompetitif. Di puncak klasemen ada tim-tim kuat seperti Persib Bandung dan Borneo FC, sementara Persebaya bersaing ketat dengan berbagai tim papan atas buat slot playoff atau posisi akhir yang lebih tinggi.

Strategi Suporter Meets Modern Football

Kombinasi antara “stadium vibe” yang makin upgraded dan performa tim yang progresif jadi formula yang bikin matchday di GBT bukan sekadar nonton sepak bola, tapi pengalaman yang “worth it” untuk semua generasi supporter, dari yang muda sampai tua.

Panpel juga sebelumnya udah pernah ngenalin konsep tribun keluarga yang ramah anak, jadi stadion bukan cuma buat fans dewasa, tapi juga buat anak-anak bisa nonton dengan nyaman dan aman.

Persebaya di Mata Suporter dan Sejarah Panjangnya

Nggak bisa dipungkiri, Persebaya Surabaya itu bukan sekadar klub bola. Nama Persebaya berkibar sejak era kolonial, lahir tanggal 18 Juni 1927 sebagai wadah lokal untuk pemain pribumi, jauh sebelum sepak bola modern Indonesia terbentuk. Klub ini bahkan jadi bagian penting dalam sejarah lahirnya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia di awal abad ke-20, sehingga akar historisnya sangat kuat di hati banyak orang.

Para suporter Bonek itu pada dasarnya adalah jiwa yang selalu hidup di tribun GBT. Suara mereka, yel-yel khas hijau, sampai ritual nonton bareng udah jadi bagian penting dari identitas Persebaya, bukan sekadar “fans culture”, tapi juga semacam komunitas yang nge-define budaya sepak bola di Surabaya hingga ke pelosok Jawa Timur.

Dari Stadion ke Hati Arek-Arek Suroboyo

Persebaya bukan cuma klub. Dia adalah ikon kebanggaan Arek Arek Suroboyo (simbol loyalitas, semangat tanpa kompromi, dan rasa cinta komunitas) yang melekat kuat di setiap jiwa suporter.

Makanya setiap perubahan, inovasi, dan perbaikan yang dilakukan klub bukan sekadar buat pencapaian di klasemen, tapi juga buat menjaga soul klub tetap terhubung dengan suporter masa kini dan generasi yang akan datang.

Dengan pembenahan “matchday experience” plus semangat juang tim yang makin tajam, putaran kedua musim ini bukan sekadar pertarungan poin, tapi “momentum kebangkitan” bagi Persebaya buat nge-rematch semua ekspektasi dan bikin stadion vibes makin hidup bersama Bonek di GBT.

Related posts