Bedah Risiko Mikroplastik dan Metana, ECOTON Desak Daerah Perbaiki Sistem Kelola Sampah

Gresik, Headlinejatim.com – Krisis sampah di Indonesia kini tidak lagi sekadar persoalan estetika, tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan iklim global.

Melalui kegiatan Zero Waste Academy, ECOTON Foundation memperingatkan sedikitnya 12 pemerintah daerah di Pulau Jawa bahwa sistem pengelolaan sampah konvensional saat ini gagal mengendalikan ancaman mikroplastik dan emisi gas metana.

Read More

ECOTON menyoroti fakta bahwa sekitar 60 persen sampah di Indonesia merupakan sampah organik. Jika terus dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) tanpa pengolahan, sampah organik akan menghasilkan gas metana—salah satu kontributor utama krisis iklim.

Ancaman lain datang dari praktik pembakaran sampah terbuka yang masih banyak terjadi. Aktivitas ini terbukti melepaskan mikroplastik ke udara dan berisiko terhirup manusia, sehingga membahayakan kesehatan pernapasan.

“Pengelolaan sampah di sumber adalah harga mati. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan hilir di TPA,” tegas Direktur ECOTON Foundation, Daru Setyo Rini, Selasa (28/1).

Menurut Daru, solusi pengelolaan sampah tidak harus mahal. Berdasarkan studi lapangan di Desa Wringinanom, Kabupaten Gresik, peserta diperlihatkan praktik pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga yang memungkinkan akses ke produk isi ulang (refill) minim plastik.

Selain itu, metode pengomposan menggunakan lubang tanah terbukti efektif, murah, dan mudah diterapkan di tingkat desa. ECOTON juga menekankan bahwa keberhasilan TPST 3R tidak ditentukan oleh kecanggihan mesin, melainkan oleh tata kelola administrasi yang kuat dan transparan.

Dalam kesempatan tersebut, ECOTON mendesak pemerintah daerah termasuk Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)untuk segera mengintegrasikan Methane Reduce Action Plan ke dalam dokumen perencanaan daerah, seperti RPJMD, serta mendukungnya melalui alokasi APBD.

ECOTON menegaskan bahwa target Indonesia Bebas Sampah 2030 mustahil tercapai tanpa aksi nyata pengurangan sampah organik di tingkat rumah tangga guna menghentikan akumulasi emisi metana di TPA.

Related posts