Surabaya, HeadlineJatim.com— Alter Ego (AE) berhasil mematahkan keraguan publik melalui performa fenomenal di ajang M7 World Championship Mobile Legends. Tim yang sempat dipandang sebelah mata dan dijuluki sebagai “klub hoki” ini sukses melaju ke babak Grand Final setelah menumbangkan dua raksasa dunia, Liquid Philippines dan Selangor Red Giants (SRG), hanya dalam satu hari pertandingan.
Keberhasilan ini menjadi pembuktian bahwa capaian Alter Ego bukan sekadar faktor keberuntungan. Sejak fase awal turnamen, AE kerap tidak diunggulkan jika dibandingkan dengan perwakilan Indonesia lainnya, ONIC ID. Namun, konsistensi permainan dan kekuatan mental di jalur lower bracket tanpa ruang kesalahan menjadi pembeda bagi tim berjuluk El Familia ini.
Kapten Alter Ego, Nino, mengungkapkan bahwa keberhasilan menembus partai puncak turnamen kasta tertinggi Mobile Legends dunia ini adalah momen emosional bagi tim.
“Kami sudah sering bermimpi, lalu gagal, gagal, dan gagal. Bisa sampai ke Grand Final M-Series ini rasanya seperti mimpi yang akhirnya terwujud,” ujar Nino dengan penuh haru usai pertandingan.
Tekanan publik diakui menjadi tantangan tersendiri bagi skuad AE. Alih-alih terbebani, mereka justru menjadikannya motivasi untuk fokus pada strategi. Midlaner Alter Ego, Hijumee, menyebutkan bahwa persiapan matang adalah kunci utama keberhasilan mereka.
“Kami sadar banyak yang tidak percaya. Tapi saat latihan, kami menyiapkan semuanya, baik strategi maupun mental. Hasil ini adalah bukti nyata dari kerja keras kami,” tegas Hijumee.
Selain prestasi di dalam arena, perjalanan Alter Ego di M7 juga menorehkan tinta emas dalam sejarah digital. Pertandingan krusial yang melibatkan tim Indonesia ini mencatat angka 5,59 juta peak concurrent viewers. Angka tersebut resmi menjadi rekor penonton tertinggi sepanjang sejarah turnamen esports mobile di dunia.
7 Fakta Menarik Alter Ego di M7 World Championship:
- Bungkam Stigma Negatif: Sempat dijuluki “klub hoki” dan kurang difavoritkan dibanding tim besar lainnya di awal turnamen.
- Penakluk Raksasa dalam Sehari: Menyingkirkan Liquid Philippines dan Selangor Red Giants dalam satu rangkaian matchday yang melelahkan.
- Pejuang Lower Bracket: Melakukan miracle run dari jalur terberat tanpa kesempatan kedua untuk mencapai partai puncak.
- Draft Pick Unik: Menampilkan variasi hero dan tempo permainan agresif yang sulit dibaca oleh tim-tim luar negeri.
- Kematangan Mental: Menunjukkan konsistensi luar biasa di momen-momen kritis pertandingan (tengah dan akhir laga).
- Pecahkan Rekor Dunia: Mendorong M7 mencapai 5,59 juta penonton bersamaan, tertinggi dalam sejarah esports seluler.
- Simbol Underdog: Menjadi inspirasi global bahwa kerja keras tim mampu mengalahkan status tim favorit.






