Surabaya, Headlinejatim.com– Siswahyu Kurniawan sebut, Mbak Mega lahir di Yogyakarta 23 Januari 1947; Mbak Tutut lahir di Yogyakarta 23 Januari 1949. Dan anaknya, Khansadinah Nahdah Wahyuda (Khansa / Dinah) lahir tanggal 23 Januari 2001. Mengawali karirnya di Yogyakarta sebagai Perwira Perhubungan dibawah Kementerian Perhubungan yang saat ini Menhubnya adalah Dudy Purwagandhi.
Sama-sama lahir tanggal 23 Januari.
Serba kebetulan saja, dan bukan rekayasa. Mbak Diah Permata Megawati Sukarno Putri (Mbak Megawati Sukarno Putri / Mbak Mega) lahir tanggal 23 Januari 1947. Salah satu putri dari Presiden Ke-1 RI Ir Sukarno / Bung Karno (lahir di Surabaya 6 Juni 1901 – wafat 21 Juni 1970). Kami memanggilnya Mbak Mega diantaranya karena sempat ikut mengawalnya termasuk dalam Kongres 1993 PDI di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, hingga Mbak Mega untuk pertama kalinya menjadi Ketua Umum DPP PDI (Perjuangan). Padahal Ayah TNI, Ibu Golkar ketika itu. Namun ketika menjadi Presiden Ke-5 RI (menggantikan Gus Dur), diantara kami banyak yang mengkritisi termasuk ketika banyak ‘oknum-oknum’ PDIP berjarak dengan rakyat ketika berkuasa.
Lalu ada, Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana (Mbak Tutut Soeharto Putri / Mbak Tutut) salah satu putri dari Presiden Ke-2 RI, Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto / Pak Harto (lahir tanggal 8 Juni 1921 – wafat 27 Januari 2008).
Siswahyu Kurniawan pernah terlibat dalam proses hingga terjadi Reformasi Mei 1998, hingga Pak Harto lengser. Meskipun kami dalam ‘porsi’ kecil. Proses sebelum Reformasi, kami diantaranya kenal Satrio Arismunandar dan Dhea Perkasa Yudha wartawan Kompas yang saat itu ikut proses mendirikan AJI, dan sering dalam lingkungan SBSI yang diantara pendirinya adalah Prof Dr Muchtar Pakpahan, Gus Dur, Rachmawati Sukarnoputri, Sabam Sirait dll. Siswahyu Kurniawan Korwil Ke-1 untuk SBSI Provinsi Jawa Timur dan sempat masuk presedium KIPP Jatim.
Namun setelah Reformasi banyak diantara kami yang kecewa, diantaranya karena banyak penumpang gelap hingga Reformasi melenceng. Pasca Reformasi hasilnya masih belum sebaik jaman Pak Harto, terutama soal kesejahteraan rakyat. Diantara kami juga seperti yang dikatakan Prof Dr Mahfud MD (Prof Mahfud): pasca Reformasi ternyata KKN jauh lebih masif dibandingkan jaman Pak Harto. Padahal Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) merupakan yang paling gencar diteriakkan dalam proses Reformasi. Apalagi kemudian diduga kuat, secara tidak sadar, Reformasi juga ditunggangi oligarki ‘negatif’ yang ingin Indonesia rusuh hingga bisa melarikan kekayaannya (yang diduga ratusan triliun lebih) ke luar negeri. Kini mereka kembali.
Diantara kecewa serta ‘benci dan rindu’ itu, Siswahyu Kurniawan menikah November 1999, tanpa pacaran (sesuai ‘konsepnya’ tak kenal pacaran) dengan seorang perempuan desa cantik yang langsung ‘klik’. Padahal ketika sempat dapat semacam ‘beasiswa’ Community Development Eastern Asian Past Institute (EAPI) – Asian Social Institute (ASI) di Filipina (via Singapura) sempat ‘dipacok-pacokno’ / dijodoh-jodohkan (1994 – 1995) dengan salah satu aktivis cantik dari Perancis dan dengan salah satu anggota komunitas di Filipina (mirip Maribeth hhhh, red.). Juga dipacok-pacokno dengan Verle aktivis cantik dari Belgia yang juga guru.
Yang jelas, pasca Reformasi, Siswahyu Kurniawan memilih lebih banyak ‘menepi’, hingga punya pemikiran salah satunya agar Keluarga Besar Bung Karno dan Keluarga Besar Pak Harto untuk bersatu, bersama-sama untuk kepentingan Bangsa dan Negara, untuk Cita-Cita Proklamasi 17 Agustus 1945 serta yang termaktub dalam UUD 1945 (18 Agustus 1945) yang di dalamnya terdapat Pembukaan UUD 1945 serta di dalam Pembukaan itu terdapat penegasan tentang cita-cita bangsa Indonesia diantaranya yang utama adalah UNTUK MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM (bukan gegeran yang tiada ujung dan lupa pada cita-cita tersebut). Dalam PEMBUKAAN tersebut juga tercantum lima sila (Pancasila).
Hingga Siswahyu Kurniawan pernah menulis buku sederhana berjudul BUNG KARNO DAN PAK HARTO sebagai salah satu bagian kontemplasi bahwa persatuan lebih penting, kepentingan Bangsa – Negara lebih penting, serta lebih untuk menuju Cita-Cita Proklamasi yang diproklamasikan Bung Karno – Bung Hatta dkk atas nama Bangsa Indonesia.
Bahkan ketika ada kabar Prabowo Subianto Djojohadikusumo / PSD akan maju Calon Presiden (Pilpres 2009) yang tetap dianggapnya sebagai bagian Keluarga Besar Pak Harto, maka Siswahyu Kurniawan dan banyak kawan mendukung. Prabowo sebagai Cawapres berpasangan dengan Mbak Mega (Capres), karena soal kendaraan politik. Padahal harapannya, Prabowo-lah Sang Capres. Keluarga Besar Pak Harto bersama Keluarga Besar Bung Karno. Dengan harapan bisa memberi kesejahteraan untuk rakyat seperti pada era Presiden Soeharto, seraya memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki.
Setelah menikah November 1999, lahirlah anak pertama, pada tahun 2001 atau 25 tahun lalu, Khansadinah Nahdah Wahyuda (Khansa / Dinah), 23 Januari 2001. Anak kedua, Ahmad Dzaki Akmal Yuda (Dzaki Akmal / Akmal) lahir 4 Juni 2004.
Tanggal lahir Akmal, 4 Juni, hampir sama dengan tanggal lahir Bung Karno dan Pak Harto: 6 Juni 1901 dan 8 Juni 1921.
Yang lebih mengejutkan lagi, Subhanallah, Allah SWT Maha Besar, memberi kejutan yang luar biasa bikin terkaget-kaget, terkejut-kejut polll…. Tanggal lahir Khansadinah 23 Januari, sama persis dengan tanggal lahir Mbak Mega dan Mbak Tutut. Yang kemudian juga ketahuan, sama dengan tanggal lahir salah satu orang kepercayaan Presiden Prabowo, yaitu Sudaryono (Mas Dar) yang lahir 23 Januari 1985 yang saat ini menjadi Wakil Menteri Pertanian RI.
Diantaranya karena hal tersebut, ada puisi sederhana by Siswahyu Kurniawan ini:
SELAMAT ULTAH MBAK MEGA, MBAK TUTUT, MAS DAR & ANAKKU KHANSADINAH NAHDAH WAHYUDA
PUISI BY SISWAHYU K.
Tahun 2026 ini
semoga tahun aman
tahun mana tahan, Tuhan
Termasuk masih awal
mula Presiden Prabowo
yang masih ‘malu-malu’?
dengan tahun politiknya
yang kian naik deg-degan
periode 2024 – 2029 panjang
Tapi pada dada
ada asa dan asa
tahun 2026 ini pula
pasca era 2014 – 2024
yang lumpuhkan cita-cita
Awal 2026
lebih-lebih
bak sua lebah
suara hati meriah
bagi yang Ulang Tahun
hari ini 23 Januari 2026
Tetap
dan tatap
hari istimewa ini
Sebab
bab umur
amarnya berkurang
bak karang-karang laut
berkurang dan berkurang
dibentur-bentur oleh ombak,
yang tak sebentar, waktu ke waktu.
Tapi,
tiap semangat bersatu
ayolah terus kita berseru
agar raga kian naik berseri
untuk bersama bersemi lagu lagi.
Dan lagi
lagu-lagu itu,
Mbak Megawati Soekarnoputri,
Mbak Siti Hardijanti Rukmana,
atau Mbak Tutut Soehartoputri,
pasti bersatu hari ini 23 Januari.
Selamat Ultah ke-79
23 Januari 1947 – 2026
Mbak Megawati Soekarnoputri
meski dengan Ultah yang sederhana.
Selamat Ultah Ke-77
23 Januari 1949 – 2026,
Mbak Tutut Soehartoputri,
dalam alam yang rendah hati,
dalam alam jiwa Jawa merenda,
kiat kita agar tanpa panas nafas
Selamat Ultah
Mas Sudaryono
23 Januari 1985 – 2026
Dan juga,
amat SELAMAT
Ultah Ke-25 Anakku,
23 Januari 2001 – 2026,
Khansadinah Nahdah Wahyuda,
yang telah ikatan dinas PTDI – STTD,
naungan Menhub Dudi Purwagandhi
Selamat
tanggal 23
usia yang ke-25
di jiwa tanah Jawa
BPTD DIY bersama,
Dody Arifianto ST M.MTr,
dan yang bijak Sigit Saryanto
Terminal Dhaksinarga,
Kalitirto, Taman Martani,
Kulwaru, Terminal Giwangan,
seiring wilayah Sri Sultan HB X
SINUHUN,
Sri Sultan Hamengkubowono X,
salam takdim dalam alam jiwa Jawa
dimana,
Sri Sultan Hamengkubuwono IX,
Ayahanda Sinuhun Sri Sultan HB X,
pernah fasilitasi pada 4 Januari 1946,
ibukota negara RI pindah ke Yogya ini
Ada Presiden Soekarno,
Wapres Mohammad Hatta,
juga Jenderal Soedirman dkk
Yogyakarta juga
tempat terjaganya
lahirnya Mbak Mega
tempat lahir Mbak Tutut
tempat lahir leluhur Merapi
semangat Indonesia berapi-api
Tempat lahir karir
Perwira Perhubungan
Khansadinah Nahdah Wahyuda
Selamat Ultah
mari bersama ultah
agar jaga juga jiwa raga
bersamaan tokoh bangsa
untuk Persatuan Indonesia
hingga cita-cita Kemerdekaannya.
Janganlah
jauh-jauh sauh
dari deru para orang tuamu
dari sisi-sisi diri baik hati mereka.
(Restrukturisasi Siswahyu Kurniawan)
SISWAHYU KURNIAWAN, penulis sejumlah buku termasuk buku biografi Asmuni – Srimulat, buku berjudul Bung Karno Dan Pak Harto, buku biografi beberapa tokoh koperasi diantaranya R. H. HASSAN WIRJOKOESOEMO dll – dll. Pernah terlibat di Tabloid Padhang Bulan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), dan dapat semacam ‘beasiswa’ Community Development Eastern Asian Past Institute (EAPI) – Asian Social Institute (ASI) Manila, Filipina. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).






