Tangkapan layar Instagram Persid Jember
Surabaya, HeadlineJatim.com – Panitia Disiplin (Pandis) PSSI Jawa Timur bertindak tegas atas insiden kericuhan pasca pertandingan di Stadion Jember Sport Garden (JSG). Persid Jember resmi dijatuhi sanksi denda dan larangan bertanding tanpa penonton akibat kegagalan dalam menjamin keamanan tim tamu.
Insiden ini bermula usai laga antara Persid Jember melawan Persida Sidoarjo, Senin (19/1/2026). Bus yang membawa pemain dan ofisial Persida Sidoarjo menjadi sasaran pelemparan batu oleh oknum suporter di luar area stadion. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian tersebut menciptakan situasi mencekam bagi tim tamu.
Merespons hal itu, Pandis Grup KK Babak 16 Besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 01/PANDIS-16 BESAR/PSSI-JTM/I/2026 pada Selasa (20/1/2026). Persid Jember dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI 2025.
Ketua Pandis, Rohmad Amrulloh, S.H., M.H., menegaskan bahwa klub tuan rumah memiliki tanggung jawab penuh atas keamanan seluruh perangkat pertandingan hingga kepulangan tim tamu.
“Klub tuan rumah dianggap tidak mampu menjamin keselamatan unsur pertandingan sejak laga berakhir hingga proses kepulangan. Berdasarkan Kode Disiplin PSSI, tanggung jawab ini tidak bisa dialihkan,” tulis Pandis dalam pertimbangannya.
Akibat pelanggaran tersebut, Persid Jember dijatuhi dua jenis sanksi sekaligus:
- Denda Finansial: Kewajiban membayar denda sebesar Rp20.000.000.
- Sanksi Laga: Menjalani dua pertandingan kandang berikutnya tanpa kehadiran penonton.
Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi Persid Jember yang sedang berjuang di momen krusial kompetisi. Tanpa dukungan suporter fanatik di tribun, langkah tim berjuluk Macan Raung ini diprediksi akan semakin berat.
Pandis PSSI Jatim juga memberikan peringatan keras bahwa pengulangan insiden serupa di masa depan akan berujung pada hukuman yang jauh lebih berat. Putusan ini ditegaskan bersifat final dan tidak dapat diajukan banding.
Melalui keputusan ini, PSSI Jatim berharap seluruh klub penyelenggara lebih serius dalam memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan, agar sepak bola Jawa Timur tetap menjadi ruang yang aman dan menjunjung tinggi sportivitas.






