Magetan, headlinejatim.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai penggerak persatuan, pelestarian budaya, dan ketahanan sosial masyarakat melalui pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur dan Hari Jadi ke-350 Kabupaten Magetan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, DPRD, dan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam menghadirkan kegiatan budaya yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Kami bangga karena program yang sudah lama diharapkan masyarakat akhirnya dapat terlaksana di Magetan. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus upaya memperkuat persatuan dan kedamaian,” ujar Eddy, Minggu (23/11/2025).
Menurutnya, Bakesbangpol Jawa Timur tidak hanya berfokus pada penguatan wawasan kebangsaan, tetapi juga aktif mendorong pelestarian budaya lokal sebagai fondasi ketahanan sosial. Momentum Bulan Pahlawan pun dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme melalui pendekatan budaya yang membumi.
“Tahun ini Jawa Timur mendapat anugerah Pahlawan Nasional bagi KH Abdurrahman Wahid, Gubernur Suryo, KH Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, dan Marsinah. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani semangat juang dan pengabdian para pahlawan,” ungkapnya.
Eddy menilai pagelaran wayang kulit tidak sekadar hiburan, melainkan media edukasi kebangsaan yang efektif. Selain mempererat kerukunan antarwarga, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui partisipasi pelaku UMKM lokal.
“Melalui kegiatan budaya, Bakesbangpol ingin menjaga harmoni sosial, memperkuat nasionalisme, serta menghidupkan roda perekonomian masyarakat. Magetan memiliki kekayaan budaya dan sumber daya manusia yang luar biasa,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur juga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan generasi muda. Eddy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa.
“Kita semua memiliki tanggung jawab melindungi anak-anak kita dari bahaya narkoba. Lingkungan yang rukun, gotong-royong, dan saling peduli adalah kunci utama ketahanan sosial,” tegasnya.
Pagelaran wayang kulit kali ini mengangkat lakon Serikandi Krido, yang merepresentasikan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah. Hal ini dinilai selaras dengan kepemimpinan perempuan di Jawa Timur dan Kabupaten Magetan yang terus mendorong kemajuan daerah.
“Kebetulan Gubernur Jawa Timur adalah perempuan, demikian pula Bupati Magetan. Semangat Serikandi inilah yang menjadi simbol perjuangan dan kerja nyata dalam membangun Jawa Timur dan Magetan agar semakin maju,” tambah Eddy.
Acara diawali dengan penyerahan gunungan secara simbolis kepada dalang Ki Alex Sabdo Budi Utomo oleh Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur bersama Ketua DPRD Magetan, Asisten Daerah, dan perwakilan BNN Provinsi Jawa Timur.
Pagelaran semakin semarak dengan kehadiran bintang tamu Cak Percil, Abah Kirun, Slentem, Hangky, dan Lusi Brahman yang sukses menghibur masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur berharap nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat, seiring dengan upaya membangun Jawa Timur yang aman, rukun, dan berdaya saing.






