Healing Literasi lewat Cerita Boneka di Terminal Petikemas Surabaya

Yuliana Sidharta atau Kak Jules, menyampaikan cerita interaktif menggunakan metode read aloud kepada anak-anak pekerja PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dalam kegiatan literasi bertema cerita boneka, Jumat (9/1/2026). (Sumber: Humas TPS)

Surabaya, Headlinejatim.com — Suasana Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mendadak berubah jadi ruang imajinasi. Bukan suara crane atau kontainer yang mendominasi, melainkan tawa dan rasa penasaran anak-anak saat diajak berpetualang literasi lewat cerita boneka, Jumat (9/1/2026).

Read More

Melalui kegiatan edukatif bertema literasi, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengajak anak-anak pekerja mengenal dunia membaca dengan cara yang fun dan nggak ngebosenin. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TPS dalam menanamkan budaya literasi sejak usia dini.

TPS menggandeng Yuliana Sidharta, atau yang akrab disapa Kak Jules, penggerak Komunitas Read Aloud Surabaya (RA Surabaya). Dalam sesi tersebut, metode read aloud dikemas secara interaktif dengan bantuan boneka, visual LCD, dan cerita yang membuat anak-anak serasa ikut masuk ke dunia terminal petikemas.

Cerita tak hanya dibacakan, tapi juga mengajak anak berdiskusi, berimajinasi, bahkan menyampaikan pendapat mereka sendiri. Anak-anak diajak berpikir, bertanya, dan mengekspresikan rasa ingin tahu—bukan sekadar duduk dan mendengar.

“Literasi itu paling efektif kalau dikenalkan sejak dini dan dengan cara yang menyenangkan. Lewat read aloud, anak-anak bisa berimajinasi, belajar berkomunikasi, dan menangkap nilai positif dari cerita,” ujar Kak Jules.

Sebagai penggerak literasi keluarga, Kak Jules dikenal konsisten mengampanyekan bahwa membaca bukan kewajiban yang berat, tapi aktivitas seru yang bisa membangun kedekatan emosional antara anak dan buku.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan kegiatan ini juga menjadi cara TPS mengenalkan lingkungan kerja orang tua kepada anak-anak, sekaligus memberi pengalaman edukatif yang berkesan.

“Selain mengenalkan tempat orang tua mereka bekerja, kami ingin anak-anak mendapatkan nilai edukasi yang bermanfaat dalam jangka panjang, terutama dalam pembentukan karakter positif dan kecintaan terhadap membaca,” kata Erika.

Melalui kegiatan ini, TPS berharap membaca tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang membosankan, melainkan sebagai petualangan seru yang membuka wawasan dan membentuk generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter.

Related posts