Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Dr. Muhammad Muslim (tengah), berfoto bersama pengurus KKM RA Surabaya dan peserta Bimtek. (Foto: istimewa)
Surabaya, HeadlineJatim.com– Kelompok Kerja Madrasah Raudhatul Athfal (KKM RA) Kota Surabaya resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Mengusung tema “Penguatan Kepemimpinan Madrasah RA Berbasis Digital Tahun 2025”, acara ini digelar di Gedung Graha Ilmu Ketintang, Surabaya, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan yang bertujuan mempercepat transformasi digital di lingkungan madrasah ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Dr. Muhammad Muslim.
Ketua KKM RA Kota Surabaya, Muasih, menjelaskan bahwa Bimtek PKB ini merupakan “momen emas” bagi para kepala RA. Program ini didanai langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI sebagai langkah nyata mencetak pemimpin madrasah yang visioner.
“Kami ingin mewujudkan Kepala RA yang mampu mengelola lembaga dan kurikulum berbasis digital. Selain itu, layanannya harus humanis namun tetap didukung teknologi,” ujar Muasih.
Ia menambahkan, digitalisasi ini mencakup proses pembelajaran interaktif agar lembaga RA menjadi lebih adaptif, kompetitif, dan unggul tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak mulia.
Bimtek ini diikuti oleh 30 peserta yang mewakili wilayah Surabaya Barat, Selatan, Timur, dan Pusat. Para peserta diharapkan mampu mengimbaskan ilmu yang didapat kepada lembaga RA lain di wilayah masing-masing.
Metode pelatihan dilakukan sebanyak lima kali pertemuan, yang terdiri dari tiga sesi tatap muka (in-service) dan dua sesi tugas mandiri (on-service). Materi yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan madrasah di era digital.
“Tujuannya agar RA tidak sekadar menjadi tempat bermain, tetapi lembaga yang mampu mencetak generasi Islam berkualitas dan berakhlak,” tegas Muasih.
Kepala Kemenag Surabaya, Dr. Muhammad Muslim, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, kepemimpinan yang melek digital adalah sebuah keniscayaan di era sekarang.
“Tidak boleh ada pemimpin lembaga pendidikan yang buta digital. Era ini menuntut kita bergerak lebih cepat dan mendidik anak-anak dengan cara yang relevan dengan zamannya,” kata Muslim.
Ia berharap, transformasi ini membuat RA tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memberikan fondasi moral dan agama bagi anak-anak.
Senada dengan hal itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Surabaya, Agus Yulianto, memuji tata kelola organisasi KKM RA Surabaya yang dinilai rapi dan responsif.
“KKM RA sangat cepat dalam menindaklanjuti bantuan dari pusat. Ini pelajaran bagi organisasi lain agar menyusun kegiatan secara sistematis dan terukur, bukan insidental,” pungkas Agus.






