Gresik, HeadlineJatim.Com – Keterbatasan fasilitas dan minimnya sumber belajar tidak menyurutkan semangat Clarissa Anggita Ramadhani untuk berprestasi.
Siswi SMA Negeri 1 Kebomas (SMABOM) itu berhasil meraih nilai sempurna, 100, pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Bahasa Jepang yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Nasional pada 3–6 November 2025 lalu.
Clarissa mengaku tidak menyangka bisa mencapai hasil maksimal tersebut. Meski demikian, ia merasa usaha keras yang dilakukan selama ini terbayar lunas.
“Kaget dan senang bisa mencapai nilai sempurna. Senangnya tidak bisa dideskripsikan. Yang jelas, hasil TKA ini rasanya sepadan dengan usaha yang saya lakukan,” tuturnya, Jumat (9/1)
Berbeda dengan mata pelajaran lain yang memiliki banyak peminat, Bahasa Jepang tergolong sepi peminat. Kondisi ini membuat Clarissa harus belajar secara mandiri tanpa banyak teman untuk berdiskusi maupun berlatih soal. Bahkan di tempat les, kesempatan mendapatkan bimbingan khusus juga sangat terbatas karena hanya sedikit siswa yang memilih mata pelajaran tersebut.
Keterbatasan itu diperparah dengan minimnya materi dan latihan soal Bahasa Jepang di internet. Clarissa mengaku hanya mengandalkan kisi-kisi resmi yang dikeluarkan pemerintah sebagai bahan belajar utama.
Beruntung, ia mendapat dukungan dan bimbingan langsung dari guru Bahasa Jepang di SMABOM bersama dua siswa lain yang juga memilih Bahasa Jepang pada TKA.
“Dibimbing langsung lebih mudah dipahami daripada belajar sendiri lewat video online,” ujarnya.
Ketertarikan Clarissa terhadap Bahasa Jepang sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Menurutnya, Bahasa Jepang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Kegemarannya menonton film juga menumbuhkan keinginan untuk suatu hari bisa berkunjung ke Jepang. Ketika TKA membuka pilihan mata pelajaran Bahasa Jepang, Clarissa pun tanpa ragu menjadikannya sebagai mata pelajaran pilihan.
Ke depan, siswi yang menyukai warna maroon dan makanan wonton ini bercita-cita melanjutkan pendidikan di jurusan Komunikasi Bisnis Profesional atau Sastra Jepang. Untuk mewujudkan impiannya, Clarissa terus mengasah kemampuan berbahasa Jepang dengan memperbanyak kosakata, mempelajari tata bahasa, serta membaca berbagai buku pendukung.
Prestasi Clarissa menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk meraih hasil terbaik, selama dibarengi dengan ketekunan, semangat belajar, dan dukungan lingkungan sekolah.






