Rapat Paripurna Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030 di Gedung BPSDM Prov. Jawa Timur. (Foto: Hikmah Rizki)
Surabaya, HeadlineJatim.com — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030 menggelar Rapat Paripurna perdana di Gedung BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Agenda ini menjadi forum strategis dalam menetapkan arah kebijakan organisasi selama lima tahun ke depan.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua Mabida Arumi Bachsin, serta Ketua Kwarda Jatim, H.M. Arum Sabil. Turut hadir jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Jatim.
Dalam arahannya, Khofifah Indar Parawansa menekankan agar Gerakan Pramuka senantiasa adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, pembinaan karakter bagi generasi muda harus selaras dengan tantangan modernisasi.
“Gerakan Pramuka harus mampu menjawab tantangan hari ini. Pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian harus dikemas secara relevan dengan kebutuhan generasi muda,” tegas Khofifah.
Fokus pada Ketahanan Pangan
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah penguatan program “Pramuka Produktif”. Inisiatif ini mendorong anggota Pramuka untuk terlibat aktif di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
Ketua Kwarda Jatim, H.M. Arum Sabil, menyatakan bahwa program Pramuka Produktif akan digerakkan secara masif hingga ke tingkat bawah melalui Kwartir Cabang (Kwarcab) di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Kami ingin menciptakan kegiatan yang membuat adik-adik Pramuka merasa nyaman dan senang untuk terjun langsung ke sektor produktif. Tujuannya agar mereka berkontribusi konkret dalam mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional,” jelas Arum Sabil.
Ia menambahkan, pendekatan ini penting untuk memastikan Pramuka tidak hanya menjadi ruang pendidikan formal, tetapi juga inkubator bagi pemuda yang aktif dan produktif.
Senada dengan hal tersebut, Khofifah mengingatkan agar Pramuka tidak terjebak dalam kegiatan seremonial semata. Ia berharap Pramuka hadir sebagai gerakan pemberdayaan yang menyiapkan generasi muda siap pakai bagi bangsa.
“Pramuka harus hadir sebagai gerakan pendidikan yang nyata, yang menyiapkan generasi berkarakter sekaligus siap berkontribusi bagi negara,” pungkasnya.
Rapat Paripurna ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan Pramuka Jawa Timur sebagai wadah pembinaan yang adaptif, produktif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.






