Produksi Beras Jatim Tertinggi Nasional, Khofifah Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto. (Humas Jatim)

Karawang, Headlinejatim.com– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Read More

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran strategis Jawa Timur sebagai pilar utama swasembada pangan nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Presiden Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

Khofifah dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam mendorong capaian swasembada pangan sepanjang 2025.

“Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja bersama seluruh elemen di Jawa Timur, terutama para petani, gapoktan, kepala daerah, Forkopimda, serta dukungan dari Kementerian Pertanian,” ujar Khofifah.

Sepanjang 2025, Jawa Timur tercatat sebagai produsen padi dan beras tertinggi nasional.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Januari 2026, produksi padi Jatim mencapai 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP)atau setara 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan produksi beras sebesar 6.096.344 ton.

Capaian ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024, yang tercatat sebesar 9,27 juta ton GKG padidan 5,35 juta ton beras. Dengan angka tersebut, Jawa Timur berhasil mengungguli Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai produsen beras nasional sepanjang 2025. Keberhasilan tersebut sekaligus mengukuhkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional dan pilar penting kedaulatan pangan Indonesia.

Khofifah menegaskan, prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan.

Ia menyebut peningkatan produksi didorong oleh berbagai program strategis, mulai dari mekanisasi pertanian, penggunaan bibit unggul, hingga penguatan sistem irigasi melalui pompanisasi dan rehabilitasi saluran air.

Data menunjukkan, luas panen padi Jawa Timur meningkat 13,95 persen, dari 1.616.985 hektare pada 2024 menjadi 1.842.519 hektare di 2025. Peningkatan tersebut diperkuat oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 yang mencapai 2.426.073 hektare.

“Kenaikan produksi padi dan beras tahun 2025 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, dengan pertumbuhan mencapai 13,89 persen. Ini membuktikan komitmen dan kerja keras kita benar-benar berdampak,” tegas Khofifah.

Ia menekankan, swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, tetapi simbol kedaulatan bangsa yang harus dijaga keberlanjutannya.

Khofifah juga berharap keberhasilan ini sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah dan petani di Indonesia atas kontribusinya dalam mewujudkan Swasembada Pangan 2025.

“Indonesia tidak akan pernah merdeka tanpa peran penting para petani. Mereka adalah yang paling setia, paling loyal, dan paling Merah Putih,” ujar Prabowo.

Presiden menyatakan optimisme bahwa keberhasilan swasembada pangan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Kita ingin harga kebutuhan pokok murah, anak-anak petani bisa berpendidikan tinggi, dan bangsa ini benar-benar berdaulat pangan. Hari ini kita buktikan Indonesia bisa,” pungkasnya.

Related posts