Tangkapan layar medsos akun ps.putrajaya8
Pasuruan, Headlinejatim.com– Manajemen PS Putra Jaya Sumurwaru mengambil langkah tegas buntut aksi kekerasan yang dilakukan salah satu pemainnya dalam kompetisi Liga 4 Jawa Timur. Klub resmi memberhentikan Muhammad Hilmi Gimnastiar setelah terlibat insiden tendangan brutal terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung.
Keputusan pemutusan kerja sama tersebut dituangkan dalam surat keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @ps.putrajaya pada Selasa (6/1/2026).
Ketua Harian PS Putra Jaya, Gaung Andaka Ranggip, menegaskan bahwa tindakan Hilmi tidak dapat ditoleransi karena mencederai nilai-nilai dasar sepak bola. Menurutnya, klub memiliki standar etika yang harus dipatuhi oleh seluruh penggawa.
“Tindakan ini sangat bertentangan dengan prinsip fair play dan etika bermain. Kami memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan pemain yang bersangkutan efektif mulai hari ini,” tegas Gaung dalam keterangan tertulisnya.
Permohonan Maaf kepada Perseta 1970
Selain menjatuhkan sanksi internal, manajemen klub yang berbasis di Pasuruan tersebut juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada tim Perseta 1970 Tulungagung dan korban, Firman Nugraha.
Manajemen berharap langkah tegas ini menjadi pelajaran bagi seluruh pemain agar tetap menjunjung tinggi sportivitas, terlepas dari tensi tinggi yang terjadi di lapangan hijau.
Insiden yang menjadi pemicu pemecatan ini terjadi pada laga babak 32 besar Liga 4 di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026). Saat itu, Hilmi tertangkap kamera melakukan tendangan keras ke arah dada Firman yang menyebabkan korban terkapar dan wasit langsung mengeluarkan kartu merah.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur sendiri telah menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup untuk Muhammad Hilmi Gimnastiar. Sementara PS Putra Jaya memilih mengambil langkah proaktif terlebih dahulu sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik sepak bola tanah air.






