10 Tanda Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Ampuh Menguranginya Menurut Ahli

Ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, Headlinejatim.com– Konsumsi gula berlebih sering kali tidak disadari karena tersembunyi dalam berbagai makanan olahan. Padahal, asupan pemanis yang melampaui batas harian dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari obesitas hingga risiko diabetes tipe 2.

Read More

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan batasan konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 10 persen dari total asupan energi harian. Namun, tahukah anda jika tubuh sudah mengonsumsi gula secara berlebihan ? Berikut tandanya menurut ahli:

10 Tanda Anda Kelebihan Gula

Berdasarkan tinjauan medis, berikut adalah sepuluh sinyal yang diberikan tubuh saat kadar gula sudah melampaui batas normal:

1. Keinginan Terus-menerus Makan Manis: Gula memicu pelepasan dopamin. Semakin banyak Anda makan, semakin besar keinginan otak untuk mengonsumsinya lagi (efek adiksi).

2. Kelelahan Kronis (Energy Crash): Gula menyebabkan lonjakan energi cepat yang diikuti penurunan drastis, membuat Anda merasa lemas sepanjang hari.

3. Masalah Kulit dan Jerawat: Konsumsi gula tinggi memicu peradangan dan meningkatkan produksi hormon yang menyebabkan jerawat serta penuaan dini pada kulit.

4. Sering Merasa Lapar: Makanan tinggi gula biasanya rendah protein dan serat, sehingga perut tidak merasa kenyang dalam waktu lama.

5. Perubahan Suasana Hati (Mood Swings): Fluktuasi gula darah dapat menyebabkan iritabilitas, kecemasan, dan perubahan suasana hati yang cepat.

6. Kenaikan Berat Badan: Gula berlebih disimpan tubuh dalam bentuk lemak, terutama di area perut.

7. Sering Haus dan Buang Air Kecil: Ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring kelebihan gula dalam darah, yang memicu dehidrasi.

8. Gusi Berdarah atau Masalah Gigi: Gula adalah sumber makanan utama bagi bakteri di mulut yang menyebabkan plak dan kerusakan gigi.

9. Kabut Otak (Brain Fog): Sulit berkonsentrasi sering kali berkaitan dengan ketidakseimbangan kadar glukosa dalam tubuh.

10. Luka Lambat Sembuh: Kadar gula tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh dalam proses regenerasi sel.

Cara Efektif Mengurangi Konsumsi Gula

Sementara mengurangi gula tidak harus dilakukan secara ekstrem sekaligus. Anda bisa mencoba langkah-langkah bertahap berikut:

  • Baca Label Kemasan: Perhatikan nama lain gula seperti fruktosa, sirup jagung, sukrosa, atau maltosa pada label makanan.
  • Ganti Minuman Manis: Prioritaskan air putih, teh tawar, atau air infus buah (infused water) daripada soda dan kopi kekinian.
  • Pilih Karbohidrat: Ganti nasi putih atau roti putih dengan gandum utuh atau ubi jalar yang lebih lama dicerna tubuh.
  • Perbanyak Protein dan Serat: Lemak sehat dan protein dapat membantu menstabilkan gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Tidur yang Cukup: Kurang tidur meningkatkan hormon lapar (ghrelin) yang membuat Anda cenderung mencari makanan manis untuk energi instan.

 

 

Sumber Referensi:

World Health Organization (WHO) – Guidelines on Sugars Intake.

Healthline – 11 Signs That You’re Eating Too Much Sugar.

WebMD – Symptoms of Sugar Overload.

Related posts