Pemprov Jatim Raih Penghargaan Internasional atas Dedikasi 35 Tahun Deteksi Dini Tunarungu

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Piagam Penghargan Internasional dari Hearing Aid East Java, Surabaya. (Istimewa)

Surabaya, Headlinejatim.com– Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Komitmen panjang selama 35 tahun dalam mendukung layanan deteksi dini bagi anak dengan hambatan pendengaran, mendapat apresiasi resmi dari organisasi internasional Hearing Aid East Java.

Read More

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di sela peresmian SLB Negeri Karya Mulia Surabaya, Senin (5/1/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas peran aktif Pemprov Jatim yang konsisten mendukung Pusat Layanan dan Deteksi Dini Anak dengan Hambatan Pendengaran sejak tahun 1991.

Hearing Aid East Java menilai, tidak banyak pemerintah daerah yang mampu menjaga keberlanjutan program disabilitas selama lebih dari tiga dekade. Konsistensi dalam kebijakan, alokasi anggaran, serta sinergi lintas sektor menjadi alasan kuat di balik pemberian piagam internasional ini.

Program deteksi dini ini terbukti telah membantu ribuan anak di Jawa Timur mendapatkan penanganan medis dan terapi sejak usia dini. Dengan intervensi yang tepat sejak awal, anak-anak dengan hambatan pendengaran memiliki peluang lebih besar untuk sukses dalam berkomunikasi, menempuh pendidikan, hingga berinteraksi sosial secara mandiri.

Gubernur Khofifah menyatakan bahwa penghargaan ini adalah milik seluruh pihak yang telah bekerja keras di lapangan. Ia menegaskan, layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

“Perhatian terhadap ABK harus dilakukan secara menyeluruh (holistik). Dimulai dari layanan kesehatan melalui deteksi dini, barulah kemudian kita siapkan akses pendidikan inklusif yang layak,” ujar Khofifah.

Apresiasi internasional ini melengkapi momentum kebangkitan pendidikan inklusif di Jawa Timur. Bersamaan dengan penghargaan tersebut, Pemprov Jatim juga meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di berbagai kabupaten/kota.

Langkah strategis ini mencakup peningkatan sarana prasarana yang ramah disabilitas serta penyediaan alat bantu pendengaran yang lebih modern bagi peserta didik di sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Jawa Timur.

Related posts