GRESIK, headlinejatim.com — Memperingati Hari Pahlawan, siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik menggelar pementasan drama kolosal bertema “Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.” Kegiatan berlangsung di halaman sekolah dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas VII, VIII, dan IX.
Drama kolosal tersebut mengangkat kisah perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Para siswa tampil memukau dengan mengenakan kostum khas pejuang dan rakyat pada masa perjuangan, lengkap dengan properti sederhana yang menambah suasana heroik di panggung.
Setiap adegan menggambarkan semangat juang, keberanian, dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Meskipun menggunakan peralatan sederhana, para siswa berhasil menghadirkan suasana haru dan membangkitkan semangat nasionalisme di antara para penonton.
Salah satu pemeran utama, Alarik Azaidi Ariwibowo, siswa kelas VIII, mengungkapkan rasa bangganya dapat ikut serta dalam pementasan tersebut.
“Awalnya kami agak gugup karena ini pertama kali tampil di depan banyak orang. Tapi setelah latihan dan memahami cerita perjuangan para pahlawan, kami jadi lebih semangat. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat juang itu masih ada di generasi muda,” ujarnya, Senin (10/11)
Sementara itu, Ezar Giovanni Putra, siswa kelas IX, juga menyampaikan kesannya.
“Lewat drama ini, kami jadi lebih memahami arti perjuangan dan pentingnya menghargai jasa para pahlawan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar kami tidak melupakan sejarah,” tuturnya.
Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Yugo Triawanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan cinta tanah air di kalangan pelajar.
“Kami ingin agar para siswa tidak hanya mengenal sejarah dari buku pelajaran, tetapi juga merasakan semangat perjuangan para pahlawan melalui seni dan aksi nyata,” ujarnya.
Pementasan ditutup dengan menyanyikan lagu “Hari Pahlawan” oleh seluruh siswa dan guru, menciptakan suasana khidmat dan penuh makna. Momen ini menjadi pengingat bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya milik masa lalu, tetapi juga harus terus hidup di hati generasi muda Indonesia.






