Waspadai Kejahatan di Tanah Suci, PPIH Embarkasi Surabaya Imbau Jemaah Jaga Keamanan dan Hindari Pergi Sendiri

SURABAYA, headlinejatim.com — Musim haji 2025 kembali menjadi momentum spiritual bagi puluhan ribu jemaah asal Indonesia. Namun, tak semua pengalaman di Tanah Suci berjalan mulus. Seorang jemaah haji asal Embarkasi Surabaya dari kloter 58 dilaporkan menjadi korban penipuan saat menggunakan jasa taksi di Makkah. Uang rupiah dan riyal yang disimpannya dirampas oleh sopir taksi tak dikenal.

Merespons hal itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo, mengingatkan seluruh jemaah untuk selalu waspada dan tidak lengah selama menjalankan ibadah di luar negeri.

Read More

“Kejahatan bisa terjadi di mana saja, termasuk di Tanah Suci. Jemaah harus memahami bahwa budaya, kebiasaan, dan lingkungan di sana sangat berbeda dengan di Indonesia. Maka kewaspadaan sangat penting,” kata Sugiyo dalam keterangannya, Selasa (27/5/2025).

Uang Tunai Jangan Banyak-Banyak, Waspadai Nilai Riyal

Sugiyo menyoroti rendahnya pemahaman jemaah terhadap konversi mata uang asing. Banyak jemaah menganggap nominal 200 riyal itu kecil, padahal nilainya mendekati satu juta rupiah.

“Kami minta jemaah tidak membawa uang tunai berlebihan, baik dalam rupiah maupun riyal. Bawa secukupnya saja dan simpan dengan aman,” imbaunya.

Hindari Jalan Sendiri, Naik Taksi Wajib Selektif

Lebih lanjut, Sugiyo meminta jemaah—terutama lansia—untuk tidak bepergian sendiri keluar hotel. Ia menganjurkan agar jemaah bepergian dalam kelompok kecil, minimal 2-3 orang.

“Kalau memang harus keluar, usahakan selalu ada teman. Jangan jalan sendirian, apalagi di lokasi yang belum dikenal,” ujarnya.

Bila terpaksa menggunakan taksi, Sugiyo menekankan pentingnya memilih kendaraan resmi. Tanyakan tarif di awal, catat nomor kendaraan, dan hindari mobil tanpa identitas.

“Baik laki-laki maupun perempuan, sebaiknya tidak naik kendaraan sendirian. Untuk kenyamanan dan keamanan, saat naik kendaraan, laki-laki masuk lebih dulu. Saat turun, perempuan yang lebih dulu,” tambahnya.

Sugiyo juga menegaskan pentingnya melapor ke petugas haji bila mengalami kejadian yang mencurigakan atau merugikan. Petugas siap membantu dan akan segera berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Dua Jemaah Wafat, Total 11 Orang dari Embarkasi Surabaya

Di sisi lain, Sugiyo menyampaikan kabar duka. Seorang jemaah kloter 85 asal Kabupaten Probolinggo, Sri Umami Kasih (55), meninggal dunia di pesawat sekitar satu jam sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada Selasa (27/5).

Sebelumnya, jemaah kloter 76 asal Kota Malang, Gogok Priadi (66), juga wafat saat berada di Kota Makkah pada Minggu (25/5).

“Insyaallah para jemaah wafat dalam keadaan husnul khotimah. Mereka wafat dalam perjalanan suci memenuhi undangan menjadi tamu Allah,” ucap Sugiyo.

Dengan dua kasus terbaru ini, jumlah jemaah wafat dari Embarkasi Surabaya kini mencapai 11 orang.

Hingga berita ini ditulis, PPIH Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 88 kloter dengan total 33.452 jemaah, atau sekitar 91 persen dari total kuota 36.845 jemaah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *